Motherhood, Thoughts
comments 3

Menjadi Working at Home Mom Sepanjang 2017

Tahun 2017 merupakan tahun dimana saya betul-betul menjalani peran sebagai Working At Home Mom (WAHM). Alhamdulillah, sepanjang tahun saya cukup banyak pekerjaan, mulai dari pesanan ilustrasi / commission, kolaborasi blog dan media sosial, jualan koleksi Fat Bunny, jadi notulen + editor + penerjemah, sampai nulis buku dan bikin komik :3 Semuanya saya ‘jabanin’ dari rumah walaupun tetap ada sih sekali-sekali keluar rumah untuk meeting.

Jadi apakah menjadi WAHM sesuai dengan bayangan saya dulu?

Sesuai kok. Saya bersyukur nggak harus bermacet-macet setiap hari dari dan ke Bekasi,  saya bisa menyusui Antariksa penuh secara langsung (ekslusif, premium, VIP you name it lah hahaha), dan bisa ‘ngelonin’ anak setiap mau tidur siang, sore, dan malam.

Namun apakah saya sudah jadi ibu yang ideal? Aduhhh jauhhh laahh… Ternyata saya jungkir balik juga membagi waktu dan perhatian untuk kerjaan dan keluarga. Apalagi pekerjaan saya banyak yang harus melibatkan mood. Sering banget saya menolak ajakan Antariksa main karena lagi ‘sibuk’ padahal kalau dipikir-pikir kan harusnya saya berhenti kerjaan kantoran karena ingin fokus sama anak. Huff.

Jujur saja, saya bisa kerja di rumah juga karena punya asisten rumah tangga yang luar biasa. Beliau mengerjakan hampir semua hal mulai dari nyuci, masak (termasuk makanan untuk Antariksa, Mbak juga yang bikinin, walaupun cuma tinggal cemplung-cemplung ke slow cooker aja). Saya pribadi bisa melakukannya (dengan bantuan Go-Food pastinya hahaha), tapi kalau nggak ada ART saya nggak mungkin punya sisa tenaga atau mood untuk kerja.

Ngomong-ngomong jam kerja, berhubung saya harus ngatur sendiri, saya sering banget begadang karena jam paling enak untuk kerja ya jam pas anak tidur. Kalau ngikutin mood dan inspirasi, weekend pun sering saya curi waktunya untuk kerja. Nggak heran, suami pun sering protes karena saya pegang gadget melulu, smart phone lah, iPad, atau nangkring di depan komputer. Haduh… maafkan aku :’))) *sungkem lagiii*

Intinya apapun keputusan yang diambil oleh seorang ibu (kerja kantoran, jadi ibu rumah tangga, jadi mompreneur atau kerja dari rumah seperti saya), pasti akan ada aja rasa bersalahnya kok. You get some, you lose some, itu keniscayaan. Semua punya perjuangan dan tantangan masing-masing.

 

Namun yang pasti, dengan segala kekurangannya, semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk anak dan keluarganya.

Sepanjang 2017 ini, saya belajar bahwa menjadi ibu adalah proses belajar seumur hidup, apapun pilihan kita.

Oke, oleh karena itu di tahun 2018 saya akan berusaha:

  • Lebih pintar ngatur waktu dan perhatian ke keluarga
  • Lebih banyak main sama Antariksa, kalau bisa permainan outdoor dan banyak melatih motorik kasarnya

Mudah-mudahan bisa terlaksana tanpa mengurangi pekerjaan, hehehe :3 Aamiin…

Bismillah :)

3 Comments

  1. Pingback: Summing Up 2017 - Puty's Journal

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.