Home & Family
comments 15

Disiplin Mencatat Pengeluaran

Sebetulnya saya sudah lumayan lama ingin sharing seputar finansial keluarga, namun baru sekarang sempat terlaksana. Maafkanlah ibu-ibu yang lelah dikejar-kejar deadline ini :’)))

Jujur saya nggak punya background ekonomi atau financial planning, namun dari beberapa kali ikutan seminar atau baca-baca artikel, salah satu hal yang penting dalam perencanaan keuangan adalah: tau betul sebetulnya pengeluaran rutin kita tiap bulan tuh berapa sih. Kenapa hal ini penting? Karena akan jadi pertimbangan saat mengalokasikan dana untuk investasi, ambil cicilan, tabungan jangka panjang, dst. Jangan sampai gara-gara salah perhitungan malah keteteran untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Baca Juga: Sharing tentang Islamic Financial Planning

Berdasarkan pengalaman saya, untuk betul-betul tau kita perlu data beberapa bulan terakhir untuk ambil rata-rata karena yang namanya pengeluaran pasti fluktuatif. Kadang bulan kemarin hemat banyak, eh bulan ini pengeluaran membengkak gara-gara mobil rusak dan atap bocor. Bulan depannya ternyata lebih besar lagi karena bayar tagihan sepulang liburan.

Oleh karena itu saya rutin mencatat pengeluaran keluarga dengan cukup detil termasuk mengkategorikannya apakah termasuk kebutuhan primer atau tersier, termasuk rutin atau tidak rutin. Rajin? Iya laaahhh…. hahahaha…

Nah, saya sudah niat mau berbagi Excel namun saya pikir-pikir lagi, saya mau bagi topik ini menjadi 2 part. Part pertama yaitu di post ini, saya mau sharing tips mendisiplinkan diri mencatat pengeluaran sehari-hari. Ini jadi penting karena apalah artinya Excel-Excelan kalau sebetulnya kita nggak disiplin mencatat pengeluaran.

Tips Disiplin Mencatat Pengeluaran

Sekali lagi, ini murni berdasarkan pengalaman ya. Tiap orang bisa saja punya cara yang beda-beda kan, namun siapa tau ada yang mau coba tips dari saya:

  1. Sediakan dompet / pouch khusus untuk uang rumah tangga. Jangan dicampur dengan uang jajan pribadi.
  2. Di dalam pouchnya sediakan kertas dan pulpen / pensil untuk mencatat. Yang dicatat: tanggal, jenis pengeluaran dan berapa pengeluarannya.
  3. Simpan kartu ATM uang rumah tangga di pouch tersebut juga.
  4. Selalu simpan receipt atau struk pengeluaran di pouch tersebut
  5. Usahakan receiptnya diurut berdasarkan tanggal… HAHAHA… ini terkesan printil tapi sangat membantu untuk mencocokkan data
  6. Kalau belanja, nggak usah terlalu detil menulisnya, misal cabe berapa, bawang berapa, karena pegel dan akan bikin malas. Langsung tulis aja misalnya: “belanja sayur: 50.000”
  7. Nggak perlu pusing kalau kita kurang detail. Bulatkan aja ke atas. Misal parkir 7000, tulis aja 10.000.
  8. Alokasikan waktu di malam hari untuk menulis apa saja pengeluaran hari itu. Kroscek ke tumpukan receipt kalau perlu. Jangan tunda-tunda karena pasti bakal ada yang kelupaan.
  9. Jadikan ini sebagai kebiasaan. Beneran deh, bisa karena biasa :)

Sekian dulu tips dari saya. Semoga bermanfaat dan nantikan part 2-nya yaa :)

Di sini ada kah yang punya tips tambahan? Atau mau sharing hambatan-hambatan yang dihadapi untuk mendisiplinkan diri mencatat keuangan?

15 Comments

  1. Raini Adinda S says

    Kalau aku & suami (ciee suami) baru rajin catet pengeluaran di tahun 2018 ini. Kebetulan banyak app di google playstore yg memadai, judulnya : catatan keuangan. Jadi setiap keluar duit, lgs masukkin aja di app itu, udah ada kategorinya jg kok ? jd semua terdata dgn sangat jelas wekekee

  2. aku dan babap pakai app Money Lover :D dulu tuh rajin deh nulis2, tapi ya udah nguap karena ngga ada yang ngngetin, kalau ini kan app-nya bersama, sama-sama pantau dan lihat; jadi udah setahun tetep jalan catet di Molov (Money Lover) :D

  3. Aku mau share juga dong, hehe. Walaupun belum berkeluarga, tapi karena aku orangnya pelit dan perhitungan, jadi suka nulisin pengeluaran haha.

    Aku pun pakai Excel, karena nggak cocok dengan apps yang ada di playstore. Tapi kalau aku ngebaginya berdasarkan kategori food & drink, entertainment, shopping, lain-lain. Biasa input datanya seminggu sekali. Dan sama kayak mba puty, aku juga biasa simpenin struk gitu biar gak lupa hahaha.

  4. Dulu sebelum menikah, rajin mencatat pengeluaran, tapi setelah nikah, cuma pas bulan awal-awal aja rajin, ke sananya sering lupa dan akhirnya bablas ga sama sekali. cuma bikin anggaran di awal bulan yang seringnya ga sesuai sama kenyataan.

    Sepertinya kebiasaan baik seperti ini memang harus dibiasakan lagi :)

  5. Hai. Saya mau berbagi juga nih. Saya sewaktu masih belum nikah, pencatatannya manual di planner. Trus nikah sama suami yang perfeksionis dan pengeluaran semakin tidak bisa di-handle dan dicatat manual. Suami sudah lama pakai aplikasi Notes untuk catat satu persatu pengeluaran, dan konsisten. Saya pakai hanya dua bulan saja, karena ribet dan gak efisien, tidak ada format rupiah dan tidak ada kalkulasi otomatis, harus tambah2 manual jika belanja dan lainnya. Saya cari sendiri aplikasi yang sesuai, akhirnya saya menemukan aplikasi imut2 bernama Kanahei Account Book. Aplikasinya bagus sekali dan cocok buat saya. Bisa dikategorikan seperti daily goods, utility, pulsa dll dan bisa dicustom sesuai kebutuhan, bisa dimunculkan di tab bar atas jd tdk perlu repot cari2 aplikasi ketika telah bayar parkir dsb. dan ada bagan pie-nya yang bisa dilihat dibagian mana yang banyak ‘menghisap’ uang. Saya sudah pakai sekitar 5 bulan dan pengeluaran tertata rapi. Pencatatan di-excel saya lakukan setelah satu bulan berjalan ?

  6. waah aku jadi semangat nyatet lagi! ini ngingetin banget, sebulan kemarin pengen mulai lagi dan selalu sampe tengah bulan kendor, karena poin no 1. Nunda2 terus! salam kenal puty, I’ve been following your ig, and just bought your new book! ??

  7. Udah instal aplikasi Money Lover segala padahal di hp, tapi ya itu, kadang males nyatet apalagi yang detilnya angka ngejelimet. Tapi boleh dicoba nih, untuk ngebuletin ke atas biar gampang :D

  8. Eliza Bhakti says

    Aku nyatet di excel trs dibagi ke 2 bagian besar, income dan pengeluaran. jadi kita bisa liat balance ga keuangan kita. trs utk pengeluaran aku bagi 2: bulanan dan mingguan.

    Bulanan itu hal yg kurang lebihnya sama per bln misal listrik, PAM, pulsa, SPP, donasi
    Mingguan ga aku detilin sih, lebih ke global aja belanja sayur seminggu brp, makan keluar brp

    Pernah baca di blognya the alvianto jg (ada sheet utk budget bulanan)

  9. Saya juga nyatet di notes hp aja, soalnya kl nyatet di buku atau excel suka keburu males. Jadinya catet di hp tanpa kategori hihi
    Salam kenal mba puty

  10. Awal pindah rumah, aku bikin catetan mba via app di hape. Tapi jadi ribet banget nyatet yang nominalnya kecil karena keseringan, misalnya keluar pas weekend dan parkir di byk tempat trus nggak gitu inget nominal/jumlahnya ?

    Trus jajan2 yang kecil2, kayak beli cilok, beli gorengan dll. Nominalnya kecil tapi jg mayan sering, bikin males nulisnya hahaha

    Trus waktu aku mulai kerja dari rumah, aku pindah nulis di jurnal. Ternyata masalahnya sama, nominal2 yg kecil2, terutama yang less than 5K itu lho bikin gengges dan males nyatetnya mba apalagi kalo sering gitu belinya bbrp kali dlm sehari atau seminggunya dan ngga ada nota ? Kadang lupa harganya, kadang lupa brp byk totalnya…

    Akhirnya aku pundung dan cm bertahan bbrp bln awal aja nyatetnya ? Pengen balik nyatet lagi, tapi kayaknya perlu strategi baru ?

    Ku tunggu part 2-nya mba! ?

  11. Mau share juga nih. Sebelum menikah saya hanya mencatat di dalam planner secara manual. Agak ribet dan tidak praktis karena memerlukan 3 hal: niat, planner dan pulpen. Setelah menikah, saya diajarkan oleh suami yang hidupnya dari dulu tertata alias perfeksionis :’)

    Saya diperkenalkan dengan sebuah aplikasi di smartphone untuk pencatatan keuangan. Hanya bertahan 2 bulan saja karena banyak kelemahan aplikasinya: tidak ada format rupiah dan tidak ada akumulasi jika harus menambahkan nominal (harus ditambahkan manual), semisal pengeluaran terakhir 65 ribu, trus barusan beli minuman 7 ribu, 65 ribunya dihapus dan digantikan 72 ribu. Tambah ribet dan malas berhitung :'(

    Saya lalu cari-cari sendiri aplikasi yang bisa membantu dan praktis. Setelah coba 3 aplikasi berbeda, akhirnya saya menemukan satu aplikasi yang cocok. Saya sudah memakainya selama 7 bulan dan konsisten.

    Nama aplikasinya adalah Kanahei Account Book, selain temanya yang lucu ada beberapa kelebihannya, seperti:
    1. Dibagian muka terdapat akumulasi semua income, paid, dan pengurangan dari keduanya
    2. Ada history yang menjabarkan pemasukan dan pengeluaran pada bulan sebelumnya dan bulan berjalan
    3. Perbulan tersebut dijabarkan pertanggal, dan pertanggal dijabarkan perkategori
    4. Kategori bisa di-custom sendiri oleh kita
    5. Ada pilihan bagan pie nya untuk melihat secara garis besar pengeluaran

    Tips dari saya untuk menggunakan aplikasi apapun itu:
    1. Jangan menunda waktu untuk mencatat, saya melakukan pencatatan tepat setelah melakukan transaksi, mau sekecil apapun, parkir, snack, ataupun minuman2 ringan
    2. Selain mengurangi kertas struk, ada kelegaan sendiri jika dompet bersih dari kertas2 yang nominalnya harusnya di-‘digital’-kan :D
    3. Setelah sebulan pencatatan di dalam aplikasi smartphone, wajib dipindahkan ke dalam excel untuk melihat dan membandingkan pengeluaran bulan sebelumnya dan merencanakan bulan selanjutnya.

    Itu saja dulu dari saya :)
    Terima kasih kak Puty yang sudah berbagi.

  12. Bidasari says

    Mau share juga nih. Sebelum menikah saya hanya mencatat di dalam planner secara manual. Agak ribet dan tidak praktis karena memerlukan 3 hal: niat, planner dan pulpen. Setelah menikah, saya diajarkan oleh suami yang hidupnya dari dulu tertata alias perfeksionis :’)

    Saya diperkenalkan dengan sebuah aplikasi di smartphone untuk pencatatan keuangan. Hanya bertahan 2 bulan saja karena banyak kelemahan aplikasinya: tidak ada format rupiah dan tidak ada akumulasi jika harus menambahkan nominal (harus ditambahkan manual), semisal pengeluaran terakhir 65 ribu, trus barusan beli minuman 7 ribu, 65 ribunya dihapus dan digantikan 72 ribu. Tambah ribet dan malas berhitung :'(

    Saya lalu cari-cari sendiri aplikasi yang bisa membantu dan praktis. Setelah coba 3 aplikasi berbeda, akhirnya saya menemukan satu aplikasi yang cocok. Saya sudah memakainya selama 7 bulan dan konsisten.

    Nama aplikasinya adalah Kanahei Account Book, selain temanya yang lucu ada beberapa kelebihannya, seperti:
    1. Dibagian muka terdapat akumulasi semua income, paid, dan pengurangan dari keduanya
    2. Ada history yang menjabarkan pemasukan dan pengeluaran pada bulan sebelumnya dan bulan berjalan
    3. Perbulan tersebut dijabarkan pertanggal, dan pertanggal dijabarkan perkategori
    4. Kategori bisa di-custom sendiri oleh kita
    5. Ada pilihan bagan pie nya untuk melihat secara garis besar pengeluaran

    Tips dari saya untuk menggunakan aplikasi apapun itu:
    1. Jangan menunda waktu untuk mencatat, saya melakukan pencatatan tepat setelah melakukan transaksi, mau sekecil apapun, parkir, snack, ataupun minuman2 ringan
    2. Selain mengurangi kertas struk, ada kelegaan sendiri jika dompet bersih dari kertas2 yang nominalnya harusnya di-‘digital’-kan :D
    3. Setelah sebulan pencatatan di dalam aplikasi smartphone, wajib dipindahkan ke dalam excel untuk melihat dan membandingkan pengeluaran bulan sebelumnya dan merencanakan bulan selanjutnya.

    Itu saja dulu dari saya :)
    Terima kasih kak Puty yang sudah berbagi.

  13. Aku pake Google Sheets, hahahaha. Aku udah nyatet pengeluaran begini dari awal nikah. Saranku sih sebenernya:
    – Observasi pengeluaran beberapa bulan awal, trus dari situ, bikin pos2 pengeluaran (Groceries, Dana Pensiun, Listrik, Pulsa, Dana Liburan, Dana anak2, dsb).
    – Alokasikan budget nya. Bagi dua sama suami/istri (atau bagi sekian sekian, sesuai persetujuan)
    – Jadiin salah satu pihak (yang lebih organized :p) buat jadi penanggung jawab pencatat pengeluaran.
    – Pihak yang tidak mencatat, mesti transfer bulanan ke rekening si pencatat sesuai pos2 pengeluaran.
    – Di akhir bulan, kalau ada sisa budget, transfer balik. Atau kalau ada bengkak, ya transfer lebih. Siapkan dana darurat untuk hal2 seperti ini.

    Satu hal yang mesti ditekankan, dana tabungan/pensiun/pendidikan anak tidak boleh diganggu gugat. Awal bulan lsg ditransfer ke rekening terpisah.

    Sekian :D

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.