Highlight, Motherhood, Review
Leave a comment

Cerita Ruam Popok: Mencegah Pasti Lebih Baik

Setelah Antariksa menginjak toddlerhood alias sudah setahun lebih, sebagai ibu saya merasa lebih ‘santai’ dalam banyak hal. Rasanya kok, “Ya udahlah ya, udah bukan bayi lagi.” Sampai-sampai kalau ditanya Antariksa umur berapa bulan, saya harus ngitung dulu pakai jari dia sudah berapa belas bulan :’))) #jangandicontohyha Selain makanan pendamping ASI-nya sudah boleh pakai gula dan garam, hal yang saya nggak terlalu khawatirkan lagi adalah soal perawatan kulitnya.

Yup, bicara perawatan kulit, saya termasuk beruntung karena Antariksa sudah terbukti nggak punya kulit sensitif. Kadang saya merasa take it for granted juga sih, huhuhu maafin Ibu ya, Nak :p Salah satu ‘perkara’ yang kadang kejadian akibat ‘kesantaian’ saya itu adalah ruam popok, walaupun alhamdulillah sampai saat ini paling parah di tingkat ‘mild rash‘ saja. Namun ya sebagai buibu kasihan dong kalau lihat anak garuk-garuk, apalagi kalau kukunya panjang bisa sampai lecet.

Nah, untuk para calon ibu atau ibu baru, seandainya belum ngeh saya bahas sedikit ya soal ruam popok ini. Ruam popok adalah radang atau infeksi kulit pada anak yang terjadi di area yang kontak dengan popok seperti paha atau bokong. Kalau tadi saya cerita Antariksa jadi garuk-garuk, akan lain cerita kalau terjadi pada bayi yang baru bisa menangis kalau merasa nggak nyaman, huhuhu. Oleh karena itu, untuk para buibu dengan baby-baby lucu menggemaskan, pay extra attention to you baby’s thighs or bottom, kalau sudah mulai ada merah-merah dan anak rewel itu bisa jadi tanda ruam popok.

Berikut tingkatan ruam popok alias diaper rash yang saya ambil dari desitin.com:

Sumber: Desitin.com

Penyebab Ruam Popok

Nah, untuk melakukan pencegahan, tentu kita harus tau dulu apa penyebabnya. Penyebab ruam popok salah satunya adalah kontak urine atau feses yang terlalu lama pada kulit sehingga menyebabkan iritasi. Selain itu, bisa juga karena gesekan kulit dengan popok yang terus menerus atau popok yang terlalu ketat.

Seperti yang tadi saya bilang, setelah Antariksa memasuki toddlerhood saya jadi lebih ‘santai’, nggak setelaten dulu mengganti popoknya. Anaknya pun kalau keasyikan main nggak rewel juga begitu popoknya penuh. Nah, hal-hal seperti ini yang bikin balita kena ruam popok.

Mencegah dan Mengatasi Ruam Popok

Jadi bagaimana cara mencegah ruam popok?

  • Telaten ganti popok anak
  • Saat mengganti popok, bersihkan dan keringkan dulu area kulit dengan sempurna
  • Gunakan diaper cream yang aman dan nyaman untuk anak. Apa bedanya diaper cream dan baby cream biasa? Karena memang spesial untuk mencegah dan mengatasi ruam popok, biasanya diaper cream memiliki zat anti-bakteri.

Oh iya, sudah saya katakan di awal bahwa Antariksa sampai saat ini paling parah kena ruam popok tingkat mild, jadi sudah mulai kulitnya merah ada bruntus-bruntus sedikit. Dari pengalaman saya, kalau belum terlalu parah masih bisa diatasi oleh baby diaper cream. Walaupun ya sebetulnya kalau telaten mengoleskan baby diaper cream kemungkinan terjadi ruam jauh lebih kecil :’) Jadi ibu-ibu, sebelum terjadi lebih baik telatenin saja pakai baby diaper cream. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati kan?

Sleek Baby Diaper Cream

Salah satu baby diaper cream yang saya coba untuk Antariksa dari sebelum umur satu tahun adalah Sleek Baby Diaper Cream. Walaupun sekarang pakainya suka bolos-bolos dan nggak serajin dulu tapi saya mau review di sini deh mumpung timingnya enakeun, hehehe, mudah-mudahan bermanfaat :3

First of all, Sleek Baby Diaper Cream ini wanginya enak banget! Wanginya kalem ala bayi tapi nggak menyengat sampai rasa hati mamak-mamak ini ingin menjadikannya body lotion. Teksturnya memang menurut saya lebih oily seperti lotion daripada beberapa cream lain yang pernah saya coba. Kemasannya berupa flip tube sehingga praktis dan lebih higienis daripada krim yang harus dicocol.

Sleek Baby Diaper Cream ini mengandung:

  • Natural antibacterial dari ekstrak daun zaitun untuk melawan bakteri
  • Ekstrak chamomile dan bunga matahari sebagai anti-iritasi alami
  • Ekstrak alpukat, shea butter, dan minyak argan sebagai pelembab alami

Selain diramu dari ekstrak bahan-bahan alami, produk ini juga allergy free dengan hypoallergenic formula dan sudah teruji secara dermatologis. Secara klinis Sleek Baby Diaper Cream ini juga sudah teruji mengurangi dan mengatasi merah-merah akibat ruam popok, juga mencegah menyebarnya bakteri ke kulit.

Oh iya, sesuai labelnya, Sleek Baby Diaper Cream dengan pH 5.5 ini aman, untuk digunakan untuk bayi yang baru lahir alias 0+ ya :)

Berdasarkan pengalaman saya, produk ini mudah didapatkan dan harganya pun terjangkau yaitu sekitar Rp30.000-an untuk ukuran 80ml. Untuk pemakaian rutin (tapi kadang ada lupa-lupa deng, hahahah), satu tube bisa awet sampai 2 bulanan.

Pemakaian Diaper Cream

sleek baby diaper cream

Takut dituding pornoaksi, saya kasih foto kaki Antariksa aja supaya kebayang teksturnya kalau dioles ke kulit anak :)

Diaper cream bisa dioleksan ke bagian-bagian yang terkena kontak langsung dengan popok. Berdasarkan pengalaman saya, selain bokong anak, daerah lipatan paha dan punggung bawah yang terus tergesek bagian ‘karet’-nya popok juga rawan ruam popok. Oh iya, sebelum memakaikan diaper cream, jangan lupa untuk memastikan anak sudah betul-betul kering ya, buibu :D

Menurut saya kalau ruam popoknya sudah tingkat ‘moderate to severe’ baiknya langsung dibawa ke dokter spesialis anak supaya bisa diberi treatment khusus yang bisa menyembuhkan lebih cepat. Namun kalau ‘slight’ atau ‘mild’ rash masih bisa diatasi dengan diaper cream kok, yang penting buru-buru dicegah untuk jadi lebih parah.

Yaaah, lebih bagus lagi kalau telaten sih, karena mencegah pasti lebih baik daripada mengobati :)

Kalau Ibu-Ibu yang lain gimana? Ada pengalaman dengan ruam popok atau diaper rash juga? Sharing yaaa di kolom komentar, hihihi :3

Cheers!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.