Home & Family
comments 36

#ModyarHood: Tugas Suami / Istri?

Ciao! Kembali lagi berjumpa dengan saya di sesi #Modyarhood.

Copy paste dulu lagi yaaa, #ModyarHood adalah program kecil-kecilan saya bersama Mamamolilo (a.k.a Okke Sepatumerah sebelum jadi ibu hahaha) dengan semangat ‘Walau kadang bikin mau modyar tapi tetap yahud’. Jadi #ModyarHood ini menginisiasi sebuah topik setiap bulannya seputar motherhood yang kemudian akan dijadikan blogpost oleh kami berdua. Diharapkan para buibuk lainnya bisa ikutan menulis blogpost dengan topik tersebut. Tujuannya untuk menampilkan lebih banyak sudut pandang tentang motherhood itu sendiri sehingga kita bisa lebih arif dalam menyikapi perbedaan.

Topik-topik kami sebelumnya adalah seputar buku parentingGTM alias Gerakan Tutup Mulut, dan Nge-Date Setelah Punya Anak. Nah, bulan lalu kami coba-coba untuk berbagi hadiah untuk 2 blog posts terpilih yang ikutan curhat dengan tagar #Modyarhood. Nah, kali ini #Modyarhood sangat beruntung mendapatkan 3 buah hadiah dari sponsor <3 Nah, baca terus sampai akhir ya untuk tau apakah hadiah-hadiahnya dan bagaimana cara ikutannya, hihihi.

WOW. Pembukaannya ajah udah panjang ya, Sist… Baique, kalau gitu saya curhatnya pendek aja. #LAH :p

Pembagian Tugas di Keluarga

Saya termasuk orang yang tumbuh di keluarga yang patriarki dan menurut saya nggak ada yang buruk dari itu. Let’s agree to disagree about patriarchal family, tapi begitulah keluarga kami. Ayah saya bekerja kantoran sebagai tulang punggung keluarga, ibu saya mengurus rumah tangga dibantu oleh seorang asisten. Semua saling menghormati peran masing-masing dan bekerja sama layaknya sebuah tim.

Keluarga suami saya pun demikian, malahan mungkin lebih mirip dengan kondisi kami sekarang. Alm. Papa bekerja sementara Almh. Mamah mengurus rumah tangga sambil buka usaha jahitan alias working at home mom (tentunya versi lebih keren karena punya karyawan dan bisa masak rendang super enak).

Mungkin latar belakang keluarga membuat saya dan suami lebih gampang menyamakan pandangan soal pembagian tugas. Suami bekerja di kantor untuk menjadi tulang punggung utama, sementara saya bekerja di rumah dan mendelegasikan tugas domestik ke Asisten Rumah Tangga (ART). Sepulang suami bekerja, nggak ada tugas domestik yang harus dikerjakan, tinggal istirahat dan main sama anak.

Bagaimana Kalau Nggak Ada ART?

Seperti yang sudah saya sebutkan, pekerjaan domestik yang dilakukan ART adalah tugas saya yang saya delegasikan. Mungkin teredengar seperti hidup yang indah, “Kasih ART aja kerjaannya…” Ets, me-manage ART juga bukan hal yang gampang loh :’) Jangan lupa kalau me-manage ART, tau kapan beliau lelah – bad mood – ingin ngobrol – ingin bergaul, lalu bikin beliau senang, betah, merasa dihormati, dihargai, disayang-sayang, dst adalah tugas saya. Begitupun insentif-insentif untuk ART adalah tanggung jawab saya.

Nah, kalau nggak ada ART? Ya tentu semua jadi tugas saya, dan kalau nggak kuat lambaikan tangan ke kamera artinya tugas saya juga mencari akal untuk menyiasati semuanya, hehehe.

housewife

Nguing, nguing, nguing

Sejauh ini kami pernah ditinggal ART selama sebulan lebih. Rasanya gimana? Remuk redam, hahahaha!!! Untuk rumah yang (alhamdulillah) 2 lantai dan banyak perintilan, bebersih menjadi hal yang lumayan berat. Sementara itu mengurus anak adalah prioritas utama, dilanjutkan dengan cuci piring, dan cuci gosok, barulah kerjaan saya nulis dan gambar hahaha.

Kalau sudah begini, suami pasti ikut membantu. Biasanya tugas beliau adalah cuci piring, beberes dapur, buang sampah, siram tanaman, dan sebelum tidur mengecek apakah pintu jendela sudah dikunci atau belum. Anak? Saya yang pegang sepenuhnya, tugas suami adalah menemani anak main sementara saya melakukan tugas domestik lainnya, hehehe.

Adilkah Pembagian Tugas Suami / Istri Ini?

Menurut saya, adil atau tidak adil soal pembagian tugas ini tentu kembali ke situasi dan kondisi setiap keluarga. Misalnya keluarga Mamamo yang tanpa ART, suami dan istri-nya sama-sama bekerja, sehingga pekerjaan domestik pun kerap dibagi dua dengan adil. Sementara itu, untuk keluarga orang tua saya, adil adalah ketika ayah saya yang pulang jam 9 malam setelah berjibaku dengan kemacetan Jakarta-Bekasi tinggal duduk manis, makan malam dan istirahat. Ya masa disuruh cuci piring lagi? :’)

begitu...

Ambil dari status FB-nya Uda Ivan Lanin :’)))) Apakah Beliau curhat?

Nah, kalau Buibu gimana pembagian tugasnya di rumah? Apakah ada yang seperti saya? Atau justru lebih mirip Mamamo? Atau justru mau curhat? YUK MARIII~

Seperti yang sudah saya katakan, kali ini #Modyarhood dapat 3 sponsor yang akan berbagi produk mereka bagi 3 buibu yang ikutan curhat dengan tagar #Modyarhood bulan ini.

Syaratnya begini:

  1. Tulis blog post dengan tema ini di blog masing-masing
  2. Posting foto yang ngasih tau link postingan buibuk dan tag/mention kami di IG, janganlupa kasih tagar #Modyarhood
  3. Tinggalkan komen dengan tautan ke posting buibuk di blog saya dan Mamamo.
  4. Deadlinenya tanggal 26 Maret 2018 dan pemenang akan diumumkan 28 Maret 2018 ya :3

#Modyarhood Partner This Month!

Kawung Living

Kawung Living adalah brand home living dan lifestyle yang dimulai di tahun 2014. Produk-produk kami yang colorful bertujuan untuk memberikan warna di keseharian dan menyebarkan banyak kebahagiaan. Selain rutin mengeluarkan koleksi baru setiap tahunnya, Kawung Living juga menyediakan service custom order sehingga kamu bisa berkreasi dan membuat barang-barang yang lebih personal.

Produk Kawung Living dapat ditemukan melalui website kami www.kawungliving.com, social media @kawungliving, atau stockist online (Dekoruma, LIVAZA, Line Shopping,Shopee) dan offline (The Goods Dept & The Goods Supply).

Kenarsa

Kenarsa memperindah dan menambah kenyamanan ruanganmu, hadiah spesial untuk orang kesayangan yang bisa kalian buat lebih personal juga jadi cinderamata yang akan selalu dikenang. Bisa ditemui melalui akun IG @bykenarsa.

Sunkrisps

SUNKRISPS focus is helping urban people to eat vegetables easily and tasty, by serving the finest quality of healthy vegetable-based snacks to customers.

Sunkrisps always ensures the vegetables are grown organically and always processed on the same day with delivery, with high standard and procedures in Sunkrisps production facility in Bogor, West Java. All of Sunkrisps products are Gluten-Free and Vegan friendly. Through Sunkrisps, there is a pair of goodness and benefits. Sunkrisps’ product quality is very compatible to its slogan “When Veggie becomes Tasty”. Kale is just a beginning of vegetable-based snacks from Sunkrisps.

Asyik kan, bisa curhat terus dapat hadiah? :3 #kamitau #apayangibuibumau

Cheers & good luck!

36 Comments

  1. Pingback: Modyarhood. | Escapism!

  2. Saya cerita sesuatu yang agak beda karena kami sama sama kerja, mampir ya Put Penyampaian Nama Peserta Seleksi Program Beasiswa Pascasarjana Kementerian Keuangan Tahun 2018

  3. Pingback: Zahra Firda - #Modyarhood : Mengurus Rumah Tanpa ART Itu…

  4. Pingback: #ModyarHood: Pekerjaan Rumah yang ora uwis-uwis – Abstraksi Imajinasi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.