Daily Life, Inspiration
Leave a comment

Belajar Dari The Chicest Darling, Keke Kania

keke kania chic darling

Tanggal 18 Maret lalu saya menjadi salah satu orang yang super beruntung bisa menghadiri “#LLClass: Real Talk on Running a Mindful Business by Chic & Darling”. Kelas ini merupakan kolaborasi antara ‘Chic & Darling‘, sebuah lifetyle brand yang didirikan oleh Kania Annisa Anggiani atau yang dikenal dengan Keke, dan ‘Living Loving‘. Pada tahun 2018 ini, baik ‘Chic & Darling’ maupun ‘Living Loving’ sama-sama berulang tahun yang ke 5. Oleh karena itu, nggak heran acara ini bertagar: #magical5th

Kenapa saya sebut kalau saya super beruntung? Karena seat untuk acara ini  terjual habis dalam waktu 45 menit saja dan memecahkan rekor waiting list #LLClass. Nggak heran begitu saya cerita di Instagram betapa inspiring dan insightfulnya acara ini, ada beberapa yang komen dan banyak yang DM untuk sharing di blog tentang materi workshop. Duh, ternyata begini ya rasanya menghadapi tuntutan netizen. *seruput kopi lalu menghela nafas*

Baiklah, sebelum masuk ke acara, saya akan cerita dulu kenapa saya ‘ngebet’ banget ikut #LLclass yang ini.

Kenapa Saya ‘Ngebet’ Banget Ikutan

First of all, saya tuh ngefans sama Teh Keke. Menurut saya (berdasarkan media sosialnya hehe, maap kalau sok kenal yaa :’))) dia sangat… passionate dan keren, bisa multitasking banget: bisnis jalan, bisa ngurusin keluarga dan membentuk karakter anak, namun tetap chill and she seemed to really enjoy and have fun being herself. Pokoknya banyak yang menginspirasi saya.

Alasan kedua adalah, untuk ‘Fat Bunny’. ‘Fat Bunny’ saat ini memang sedang istirahat, namun saya punya mimpi besar suatu hari bisa punya bisnis jualan barang-barang yang saya ilustrasikan sendiri. Lewat ‘Fat Bunny’ saya sedikit-sedikit belajar mewujudkannya. Saya berharap dengan ikutan kelas ini bisa jadi motivasi dan inspirasi untuk melanjutkannya dan mengembangkannya.

Baca juga: Fat Bunny by Puty New Collection: Girl Power!

Kebetulan juga di acara ini, para peserta disuruh mengumpulkan brand profile atau proposal bisnis masing-masing karena ada kesempatan bagi 1 peserta yang terpilih bisnisnya untuk bisa berkolaborasi dengan Teh Keke. Bagi saya, bukan terpilih atau nggaknya yang paling penting, tapi merangkum ‘Fat Bunny’ ke dalam satu proposal ternyata bikin saya mikir, “Oh, wow, I took the first steps and I’d say ‘Fat Bunny’ was doing well. Koleksinya hampir semua sold out and I even gained some profit.”

fat bunny business profile

Business Profile walau dibikin buru-buru dengan cukup banyak mengarang indahnya.

Very Insightful Yet Practical Class

Acara ini diadakan di RUCI’s joint, Jakarta. Di tempat yang sama, dari tanggal 15 sampai 18 diadakan pula Pop Up Shop ‘Chic & Darling’ dan beberapa brand lainnya. Para peserta adalah para wanita dengan latar belakang berbeda namun ingin / sudah memulai bisnisnya masing-masing.

#LLClass: Real Talk on Running a Mindful Business by Chic & Darling

Workshop dibuka oleh perkenalan dari Mbak Nike & Mbak Miranti tentang ‘Living Loving’ dan kolaborasi ini. Kemudian Teh Keke menjelaskan bahwa materi akan dibagi menjadi 3 sesi yaitu tentang bookkeeping (alias pembukuan), pricing (alias menentukan harga) dan general things. Setiap sesi ada jatah tanya jawabnya.

Setiap peserta juga mendapat buklet seperti ini:

#LLClass: Real Talk on Running a Mindful Business by Chic & Darling

Selain untuk mencatat, di buklet ini juga ada lembar-lembar untuk brainstorming. Kita diberi pertanyaan yang akan bikin kita kenal lebih dalam diri kita dan purpose dari bisnis / brand kita. Asli ini inspiring & bermanfaat banget sih :’)

#LLClass: Real Talk on Running a Mindful Business by Chic & Darling

Talking About Bookkeeping & Pricing

Jujur karena beberapa alasan yaitu: terlalu terkesima, duduk agak jauh dari layar, dan sudah punya sistem bookkeeping dan pricing sederhana sendiri, saya nggak sempat motret-motretin slide yang ditampilkan. Maaf yaaa… Nggak menyangka netizen akan menuntut laporan acara, euy :’)))

Pada kedua sesi ini, Teh Keke menjelaskan dengan sangat sederhana dan jelas tentang apa sih ‘bookkeeping’ ini. Yang saya inget, ada 3 aspek bookkeeping yang harus banget dimiliki untuk menjalankan bisnis:

  1. Profit & loss -> Di sini kita mencatatkan income & cost kita yang akan menunjukkan seberapa profitable bisnis kita. Untuk income, nggak hanya hasil penjualan saja yang dihitung, tapi bisa juga biaya servis yang kita kenakan kalau kita menjual jasa juga, ataupun pemasukan-pemasukan lainnya. Jangan lupa pada cost, kita juga harus menghitung biaya ‘keringat’ kita :)
  2. Balance Sheet -> Untuk mendata asset & liabilities (utang piutang) kita
  3. Cash flow statement -> Pendataan uang masuk & keluar

Yang ditunjukkan Teh Keke sederhana kok dan katanya kalau mau rajin cari di Pinterest juga banyak contohnya :’)

#LLClass: Real Talk on Running a Mindful Business by Chic & Darling

Pricing

Untuk pricing sendiri lagi-lagi saya nggak motret slide presentasinya, namun pada sesi ini Teh Keke menjelaskan dan buka-bukaan cara ‘Chic & Darling’ menentukan harga:

Yang pasti: TIME + MATERIAL = COST

Pada ‘time’ kita harus menghitung ‘labor time’ misal untuk memotong bahan, menjahit, packing, dropping for shipment. Pada ‘material’ jangan lupa menghitung juga produk gagal, dan unused material.

Nah, perlu diingat bahwa itu baru production cost dari barangnya ya, belum memperhitungkan operational cost & net profit kita. Teh Keke ngasih contoh operational cost itu termasuk biaya pengeluaran kantor, peralatannya, biaya photoshoot, pajak, dll.

Lalu apakah net profit kemudian bisa kita pakai untuk foya-foya? Nyoh, nyoh~

Nggak juga, karena net profit inilah yang akan diputar untuk mengembangkan usaha kita seperti untuk bikin new facility, reinventing the business, membiayai project-project baru.

Beyond Practical Stuff

Sebetulnya pembahasan tadi mungkin udah di luar kepala banget lah kalau untuk anak sekolah bisnis atau manajemen. Namun justru karena disampaikan oleh Teh Keke yang belajar berdasarkan pengalaman dan betul-betul merintis dari awal sebagai ‘small business’ owner, saya (dan mungkin para peserta lainnya) bisa lebih gampang mencerna dan mengaitkan dengan pengalaman kami masing-masing.

Di awal Teh Keke menerangkan kenapa menggunakan kata ‘mindful’. ‘Mindful’ di sini memiliki arti ‘conscious, aware of the process’ atau kalau saya membahasakannya sebagai ‘sesuatu yang kita maknai’. I guess everyone can see that ‘Chic & Darling’ is passion-driven business, bukan sesuatu yang dilakukan semata-mata hanya karena ‘oh memang ini kerjaan gue sehari-hari untuk mendapatkan uang’. She really puts her heart on the business and the business make her excited to jump out of her bed every morning. Kadang begitu sudah menjalankan sesuatu sebagai sebuah bisnis dan berhubungan dengan uang, kita malah jadi lupa tujuan awal kita; our purposes and what we love.

And we shouldn’t.

Berikut hal-hal yang sempat saya catat:

#LLClass: Real Talk on Running a Mindful Business by Chic & Darling

Sooo… Thank you Teh Keke & Living Loving Team! You guys are my inspirations!

Cheers!

Leave a Reply