Daily Life
comments 2

Cerita-cerita saja…

Rasanya sudah lama ya saya nggak cerita hal-hal sehari-hari di blog. Mungkin untuk teman / sahabat yang sudah lama mengikuti blog saya mulai bertanya-tanya, “Kok sekarang sponsored post melulu sih isinya?” HAHAHAHA… *sungkemin satu-satu*

Sejujurnya memang sekarang ngeblog adalah satu ‘pekerjaan’ saya, sehingga kalau ada waktu luang saya akan pilih jauh-jauh dari komputer. Namun ternyata kangen juga menulis santai soal cerita sehari-hari di blog, hehe. So here it goes, chronologically…

Akhir bulan April saya, suami dan Antariksa pergi ke Bandung lagi untuk 2 acara pernikahan, acara book talk dan sharing session saya, sekaligus acara dinas suami. Senang banget kalau sekali dayung bisa beberapa pulau terlampaui, rasanya produktif. Saya juga sempat jalan-jalan bersama Antariksa ke kampus ITB lalu quality time sama adik.

Antariksa mampir ke kampus~

Komik Persatuan Ibu-Ibu

Pulang dari Bandung, saya langsung menyambut bulan Mei dengan beberapa pekerjaan, proyek kolaborasi daaan… persiapan Pre-Order “Komik Persatuan Ibu-Ibu”. Yup, soal “Komik Persatuan Ibu-Ibu” ini nanti akan saya ceritakan di blog post tersendiri, namun singkatnya ini adalah buku seputar suka duka menjadi ibu baru dalam bentuk komik. Pengerjaan buku ini sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 2017 namun baru bisa dirampungkan dan insyaallah diterbitkan tahun ini.

Alhamdulillah tanggal 10 kemarin Pre-Order sudah ditutup dan jumlah yang pesan 2x lipat lebih dari target awal. Alhamdulillah :’)

Oh iya, tadi saya sempat menyebut-nyebut proyek kolaborasi. Yup, ada beberapa proyek kolaborasi yang saat ini sedang saya kerjakan. Mudah-mudahan lancar dan bisa meluncur dalam waktu dekat. *finger crossed*

Masuk IGD

Pelajaran berharga yang saya dapat belakangan ini: Walaupun merasa kuat, kita memang harus tau batasan diri sendiri. Sehari setelah Pre-Order “Komik Persatuan Ibu-Ibu” dibuka, saya masuk IGD karena meriang dan tensi drop ke angka 90/60. Jujur saja selama di IGD saya masih kepikiran revisi kerjaan dan email yang belum difollow up :’) Suami dan orang tua saya pun kompak bilang kalau saya kecapekan dan menyuruh saya banyak istirahat.

Namun sebetulnya saya merasa jam istirahat saya cukup kok. Apalagi kadang-kadang saya ikut ketiduran kalau ngelonin Antariksa siang-siang. Justu yang saya sadari adalah: SAYA INI KURANG OLAHRAGA. Sepertinya ini PR yang wajib saya prioritaskan nih… :S

Memindahkan Portfolio & Update Media Kit

Walaupun belum sempat memprioritaskan olahraga, akhirnya saya sempat memindahkan portfolio saya yang lama nggak terupdate ke Behance.net. Kenapa Behance? Karena lebih mudah diupdate dan meningkatkan probabilitas untuk ditemukan oleh calon klien. Ecieee. :p Jujur saja, saya termasuk yang kurang rajin mendokumentasikan karya-karya saya. Padahal portfolio / dokumentasi ini penting banget untuk freelancer.

Silakan mampir ya ke behance.net/puty :)

Preview Eksibisi Yayoi Kusama di Museum MACAN

Walaupun masih bagian dari kerjaan, hal menarik lainnya yang bisa diceritakan adalah: datang ke preview eksibisi YAYOI KUSAMA – LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW di Museum MACAN. Honestly, coming to a preview or opening event isn’t my favorite thing, namun untuk pekerjaan yang satu ini rasanya menyenangkan.

Oh iya, eksibisinya nggak berbeda jauh dengan yang di Singapore kemarin jadi saya nggak menulis blog post khusus yaaa, hehehe. Still, I would strongly recommend you guys to visit this exhibition. Kalau sebelumnya ada waktu untuk baca-baca kisah hidup dan cerita-cerita di balik karya Oma Yayoi akan jadi lebih menarik lagi loh :)

Buku-Buku yang dibaca…

Kalau saya seperti nggak pernah menemukan waktu untuk olahraga, bulan Mei ini saya justru sempat menamatkan 5 buku.

  • ‘The Little Book of Ikigai: The essential Japanese way to live a happy and long life’ oleh Ken Mogi
  • ‘#Dear Tomorrow: Notes to My Future Self’ oleh Maudy Ayunda
  • ‘Swing Time’ oleh Zadie Smith
  • ‘Jatuh Hati Pada Montessori’ oleh Vidya Dwina Paramita
  • ‘Little Wisdom’ oleh Reti Oktania

Saat ini saya sedang membaca ‘Modern Romance’ oleh Aziz Ansari dan ‘The God of Small Things’ oleh Arundhati Roy, pemenang The Booker Prize tahun 1997. Seperti biasa, saya selalu ingin bisa membahas buku-buku yang berkesan di hati saya di blog secara panjang lebar beserta kutipan-kutipan favorit saya. Namun, apa daya… Too many things to do and too little time :’))) Yah, masuk to-blog-list aja dulu deh ya pokoknya :p

Oh iya, mumpung lagi cerita-cerita ngalor ngidul gini, sekalian saya share foto buku favorit Antariksa belakangan ini ya:

Hmmm, cerita apa lagi yaaa? Sebetulnya masih banyak sih yang bisa diceritain, tapi sepertinya sekarang segini dulu ajah deh. Walaupun singkat dan random, namun ini mengingatkan saya pada nulis blog jaman dulu: nggak perlu terlalu panjang, komprehensif atau dilengkapi dengan foto-foto bagus. Mungkin kalau sekarang sudah digantikan oleh Instagram Story kali yaaa? Lah wong yang nulis tulisan yang panjang, komprehensif dan fotonya bagus-bagus saja cukup di Instagram Story :p

Are you missing that blogging era, anyway?

Cheers!

2 Comments

  1. Hehe.. Iya bener. Awalnya orang-orang ngeblogmya pindah ke Twitter lewat kultwit (sekarang masih ada juga sih.. tapi nggak sebanyak dulu). Terus sekarang ke Instastory. Kadang suka merasa nggak sempet nulis buat blog, tapi bikin instastory kok sempet ya? :p

Leave a Reply