Motherhood, Review
comment 1

Ibu Di Rumah Perlu Pompa ASI Nggak Sih?

Nggak terasa kurang dari enam bulan lagi Antariksa sudah akan disapih. Jujur rasanya campur aduk, huhuhu. Sampai 19 bulan ini, anak saya memang masih mendapatkan ASI secara penuh. Kalau baca pengalaman-pengalaman menyapih, saya deg-degan apakah saya nanti rela atau justru akan lega setelah menjalankan tugas ini selama dua tahun?

Saya masih inget banget bulan-bulan awal perjuangan menyusui dan meng-ASI-hi. Mulai dari nipple sore sampai payudara (PD) bengkak pernah saya alami. Alhamdulillah, berkat tekad yang kuat dan dukungan dari orang-orang terdekat, saya dan Antariksa berhasil melaluinya.

Salah satu hal yang juga mendukung perjalanan meng-ASI-hi Antariksa adalah pompa ASI yang tepat dan ‘klop’ di hati. Hah? Bukannya kerjanya di rumah yaa? Kok pumping jugaaa? Yup, walaupun saya sehari-hari di rumah namun 6 bulan pertama saya rutin pumping dan ‘nyetok’ ASI Perah alias ASIP.

Kenapa sih ibu rumah tangga tetap perlu pumping dan punya stok ASIP?

Medela Swing Maxi electric breast double pump.

  1. Ketika terjadi nipple sore alias lecet dan membuat ibu nggak nyaman untuk menyusui langsung, untuk sementara bayi bisa diberikan ASIP hasil pompa. Selain saat nipple sore, saya sempat mengalami baby blues sehingga rasanya kok lelah banget menyusui. Di sini saya minta tolong Mbak ART untuk menyuapi ASIP dengan sendok. Untungnya ini hanya berlangsung sebentar, ffiuh :)
  2. Mencegah / mengatasi PD bengkak. Di awal masa menyusui, produksi ASI saya, alhamdulillah, lancar sekali. Saking ‘lancar’nya, kalau nggak dikeluarkan menyebabkan PD bengkak sampai panas dingin segala. Kalau sudah begini pompa ASI lah yang jadi penyelamat.
  3. Persediaan kalau saya pergi keluar rumah agak lama
  4. Stok untuk jaga-jaga kalau saya sakit (amit amit kalau sampai dirawat)
  5. Sebagai campuran Makanan Pendamping ASI (MPASI) di minggu-minggu awal. Yup, di awal-awal masa MPASI saya mencampurkan ASIP untuk memberi ‘rasa familiar’ di makanan Antariksa.

Pompa ASI Medela Swing Maxi

Sejujurnya saya nggak sempat mengalami masa galau memilih pompa ASI karena langsung dapat lungsuran dari kakak ipar, hahahahah. Memang rezeki saya, rasanya langsung berjodoh dengan Medela Swing Maxi electric breast double pump.

Tentu saja walaupun sudah dapat lungsuran saya masih iseng baca-baca review pompa ASI yang lain, namun sebagai IBU PINTAR tentu harus cermat dong dalam menyaring informasi dan mengambil keputusan ;) Medela sendiri sudah dikenal sebagai salah satu brand pompa ASI terbaik yang dibuat di Swiss berdasarkan riset klinis. Medeka juga digunakan oleh rumah-rumah sakit besar di Amerika, Eropa dan Asia dan dipercaya oleh tenaga medis secara global untuk mendukung program menyusui dengan ASI.

Seperti yang saya sebutkan di atas, saya langsung ‘klop’ dan sreg sama Medela Swing Maxi ini. Kenapa? Berikut alasan-alasan pribadi saya:

Medela Swing Maxi electric breast double pump.

  1. Praktis, nggak rumit untuk digunakan.
  2. 2-phase technology alias teknologi 2 fase. Fase pertama adalah stimulasi PD baru kemudian dilanjutkan dengan fase pemerahan. Berdasarkan penelitian, tekonologi 2 fase ini menghasilkan ASI lebih banyak dalam waktu singkat. Walaupun sebagai ibu yang kerja di rumah dan nggak terlalu mementingkan kuantitas ASI, namun ini menghemat waktu :)
  3. Closed system. Pompa ASI dengan ‘closed system’ ini dirancang agar ASI perah tidak masuk kedalam motor unit sehingga lebih awet dan terjaga kehigienisannya.
  4. Bicara soal higienis, bagian-bagian pompa ASI medela ini bisa dengan mudah ‘dipretelin’ satu-satu untuk dicuci dan disterilkan. Karena dicuci dan disterilkan setiap bagiannya, rasanya jadi lebih yakin soal kebersihannya.
    Medela Swing Maxi electric breast double pump.
  5. Nyaman dan suaranya halus

Memilih Pompa ASI

Menurut saya pompa ASI adalah produk yang perlu pertimbangan matang sebelum memilihnya. Kenapa? Karena sangat erat kaitannya dengan rasa nyaman ibu. Selain nyaman, pompa ASI yang baik dan berkualitas akan mengoptimalkan produksi ASI selama masa menyusui. Seperti Medela Swing Maxi ini, walaupun mungkin ada yang menganggap cukup ‘pricey’, namun percayalah: it’s worth it.

Oh iya, jangan lupa untuk memilih pompa ASI yang memiliki izin edar dari KemenKes RI (AKL/PKL). Keterangan izin edar ini ditempel di luar kemasan produk ya :) Satu lagi, pompa ASI manapun yang kita pilih, yang terpenting adalah menjaga kebersihan / higienitasnya ya, Buibuk!

Pokoknya yuk kita jadi IBU PINTAR:

  1. Tahu apa yang terbaik untuk diri dan anak kita
  2. Selalu menyaring segala informasi sebelum mengambil keputusan
  3. Nggak pelit berbagi ilmu kepada sesama ibu tanpa memaksakan pilihan kita ke orang lain (inget poin nomer 1 yaaa, hihihi)

Kalau Ibu-Ibu yang lain gimana? Seberapa penting sih pompa ASI untuk ibu-ibu sekalian? Kalau mau sharing boleh loh di kolom komentar :D

(This is a sponsored post but the review is my own opinion, based on my personal experience)

1 Comment

  1. Aku agak nyesel ga punya telatenin maksain pumping pas uda resign. Karna sebenernya minumin pake asip itu lebih ketaker berapa ml yang diminum. Udah gitu pas produksi asiku nurun, anak pak sakit juga, langsung deh keliatan di grafik BBnya turun. Udah gt bener, untuk jaga2 kalo kitanya sakit yg amit2 harus dirawat atau minum obat macem2. Tapi dramanya kalo mati lampu haha degdegser nyelametin asip ? sobatqismin nda punya genset haha

Leave a Reply