Daily Life, Home & Family
comment 1

Rekomendasi Topik Obrolan Saat Kumpul Keluarga Besar

topik obrolan

Ketika saya bikin voting kecil-kecilan di Instagram Story, ternyata cukup banyak teman yang ‘malas’ untuk kumpul keluarga karena takut ditanya macam-macam ‘kapan ___?’ (kapan lulus, kapan nikah, kapan punya anak, kapan nambah anak, sampai kapan pensiun). Selain malas ditanya-tanya, mungkin ada juga yang malas silaturahmi karena keluarganya besar banget sampai-sampai bingung mereka ini siapa dan hubungannya apa. Iya, itu saya dulu :’)

Saya pernah cerita kalau saya ini introvert dan waktu masih kecil sering uring-uringan kalau diajakin kumpul keluarga besar. Keluarga besar ini bukan sekedar om tante sepupu satu nenek loh ya, tapi keluarga yang lebih ‘jauh’ lagi, misalnya saudara-saudara keturunan dari sepupunya kakek saya. NAH LOH~

Namun, semakin saya tumbuh dewasa dan punya keluarga sendiri, saya malah jadi kagum dan ingin mengikuti semangat bersilaturahmi Ayah & Bunda saya. Ditambah lagi, suami saya pun keluarganya terbilang besar, sehingga saya pun terus berlatih untuk bisa ngobrol dan kenal lebih dekat dengan keluarga besar saat kumpul. Memang sih, sulit untuk bisa kenal dan akrab dengan semua, tapi ya adalah ngobrol sedikit-sedikit. Sebisa mungkin jangan sampai saat silaturahmi kita main ponsel dari saat datang sampai pulang :””)

Terutamaaaa….. yang pengantin baru dan baru dibawa ke keluarga pasangan :’)

Oleh karena itu, saya coba menuliskan beberapa topik obrolan saat kumpul keluarga besar ya, mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Saudara yang lebih tua

  • “Wah, Om / Tante, makin segar aja, bagi-bagi dong resepnya.” *tapi ini harus diucapkan dengan tulus yaaa…*
  • “Rutin olahraga apa, Om / Tante?”
  • Ngobrol soal makanan, puji makanan tuan rumah lalu tanya pendapat mereka soal makanan. Tanya rekomendasi makanan / restoran favorit mereka.
  • Cuaca beberapa waktu belakangan (“Wah, kemarin sempat hujan yaaa, lumayan nih, Tan ngilangin debu…”)
  • Kalau ‘yakin’ sudah punya cucu, tanya-tanya soal cucu mereka (“Eh Om / Tante sering main-main ke tempat cucu nggak?”)

Saudara yang kurang lebih sepantaran / sebaya

  • “Macet nggak tadi ke sini?” (lalu bisa dilanjut ngobrol soal daerah tempat tinggal masing-masing, tempat hangout yang enak di sana, sampai minta rekomendasi kulineran)
  • “Sekarang lagi sibuk ngapain nih?” (kemudian bisa dilanjut ngobrol seputar kerjaan atau hobi)
  • “Ditinggal mudik sama ART nggak?” (bisa berlanjut obrolan rumah tangga atau kerjaan)
  • “Kapan masuk kantor lagi?” (Lalu bisa dilanjut ngobrol soal tempat liburan, sharing pengalaman liburan kita atau minta rekomendasi tempat oke ke mereka)
  • Kalau memang suka, puji bajunya lalu tanya suka belanja di mana. Lalu bisa lanjut ngobrolin promo-promo atau e-commerce favorit.
  • “Waduh, kalau ada es kopi susu enak juga yaa… Suka es kopi susu nggak?” (bisa berlanjut ngomongin tempat ngopi yang enak)
  • “Wah, sudah mau piala dunia nih, ngikutin nggak? Dukung tim apa?” (Kalaupun kita nggak suka bola, kita bisa obrolin apakah mereka suka nobar bola beserta tempat favorit mereka)

Saudara yang lebih muda

  • “Suka pelajaran apa di sekolah?”
  • “Di kuliah ikut organisasi apa?”
  • “Film yang baru-baru ini ditonton?”

Hindari

  • Topik politik (kecuali sudah tau kalau lawan bicara bisa diajak diskusi dengan baik)
  • Topik agama
  • Hal-hal menyangkut fisik
  • Hal yang terlalu personal

Kalau sudah habis topik / mati gaya

Nawarin ambil / tambah makanan, “Yuk nambah, aku mau ambil lagi nih rendangnya…”

Sekian dulu :D

Silakan kalau ada yang menambahkan boleh di kolom komentar yaaa…

1 Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.