All posts filed under: Daily Life

Ketika Antariksa Sakit Mata

Sebetulnya masih ada beberapa cerita dari perjalanan ke Singapura kemarin, namun kali ini saya mau sharing dulu soal sakit matanya Antariksa dan pengalaman ke dokter mata anak di Jakarta Eye Center (JEC) Menteng. Mudah-mudahan bermanfaat ya. Antariksa’s Pinky Eyes Berawal dari akhir bulan lalu waktu kami jalan-jalan ke Bogor, mata Antariksa terlihat agak merah. Hal ini nggak pernah terjadi sebelumnnya. Berhubung Antariksa nggak resah, nggak rewel, dan nggak jadi lebih sering mengucek-ucek mata, saya nggak khawatir. Selain itu nggak ada kotoran mata (a.k.a belek) yang keluar dari mata ataupun air mata yang berlebihan. Patokan saya: kalau anak sakit atau nggak nyaman pasti dia rewel kan? (#mamaksotoy) Ternyata sampai 2 hari selanjutnya matanya tambah merah dan terlihat seperti ada selaput bening di tepi bola matanya. Saya pun membawa Antariksa ke dokter spesialis anak di RS Hermina Bekasi. Setelah dicek, dokter anak memberikan obat tetes mata Cendo Polygran lalu berpesan kalau sampai 2 hari setelahnya kondisi mata Antariksa masih sama sebaiknya dibawa ke dokter spesialis mata. Setelah 2 hari ternyata matanya Antariksa masih merah. Namun dia tetap nggak …

Advertisements

Penerbangan Jarak Jauh Bersama Bayi (Part 2)

Menyambung post sebelumnya tentang penerbangan jarak jauh pertama Antariksa ke Paris, saya akan melanjutkan sedikit cerita tentang kisah kasih kami di pesawat. Kemudian saya akan sharing sedikit tips & trik serta daftar barang-barang yang penting dibawa untuk terbang jarak jauh bersama bayi (<1 tahun). * Oke, setelah segala drama yang sudah saya ceritakan di part 1, kami pun mendarat di Bandara Charles De Gaulle, Paris (CDG). Kondisi saya sudah lusuh banget dengan bekas muntah di mana-mana, rambut yang sudah offside dari kerudung, dan anak yang sudah skip entah berapa kali makan. Literally saya nggak tahu berapa kali skip makan karena ada beda waktu 7 jam yang bikin saya bingung, ini jamnya makan siang atau malam atau gimana sih? *merenung di pojokan* Untuk melengkapi semuanya, Antariksa pup lagi waktu kami sedang siap-siap turun dari pesawat. Hahaha. Duh, Nak, kok bisa sih nggak makan tapi pupnya lancar benerrrrr? And then, guess what, ternyata NGGAK ADA nursing room (atau setidaknya space yang layak untuk membaringkan bayi) sebelum lewat imigrasi. Akhirnya kami pun mengantri untuk cek paspor dengan kondisi …

Penerbangan Jarak Jauh Bersama Bayi (Part 1)

Ada teman yang menagih salah satu janji saya sepulang dari Paris: menulis soal pengalaman terbang jarak jauh dengan bayi. Nah, berhubung Insyaallah kami mau sudah mau ngetrip lagi (ecieee…) jadi sebaiknya janji ini segera saya lunasi, hehe. Kalau ditanya kenapa kami memilih pergi ke Paris waktu Antariksa masih berumur 8 bulan, jawabannya adalah: terpaksa, hahaha. Jadi sebetulnya saya dan Antariksa nebeng suami yang ada tugas negara ikut konferensi. Nah, mumpung suami dibayarin kantor tiket dan akomodasinya, pergilah kami sekeluarga. (Tenang, saya dan Antariksa bayar sendiri kok, nggak ikutan dibayarin negara :p) (Baca juga: Bepergian Dengan Pesawat Bersama Bayi) Kami pilih naik Qatar Airways karena jadwal terbangnya ‘enakeun’ (berangkat dari Jakarta tengah malam, djadwalkan sampai Paris siang) dan transitnya di Doha, jadi baik penerbangan Jakarta-Doha maupun Doha-Jakarta nggak terlalu lama, masing-masing sekitar 7 jam. Selain itu saya juga punya pengalaman baik terbang dengan maskapai ini sebelumnya (dan betul sih jadi Airline of The Year lagi tahun 2017).