All posts filed under: Daily Life

topik obrolan

Rekomendasi Topik Obrolan Saat Kumpul Keluarga Besar

Ketika saya bikin voting kecil-kecilan di Instagram Story, ternyata cukup banyak teman yang ‘malas’ untuk kumpul keluarga karena takut ditanya macam-macam ‘kapan ___?’ (kapan lulus, kapan nikah, kapan punya anak, kapan nambah anak, sampai kapan pensiun). Selain malas ditanya-tanya, mungkin ada juga yang malas silaturahmi karena keluarganya besar banget sampai-sampai bingung mereka ini siapa dan hubungannya apa. Iya, itu saya dulu :’) Saya pernah cerita kalau saya ini introvert dan waktu masih kecil sering uring-uringan kalau diajakin kumpul keluarga besar. Keluarga besar ini bukan sekedar om tante sepupu satu nenek loh ya, tapi keluarga yang lebih ‘jauh’ lagi, misalnya saudara-saudara keturunan dari sepupunya kakek saya. NAH LOH~ Namun, semakin saya tumbuh dewasa dan punya keluarga sendiri, saya malah jadi kagum dan ingin mengikuti semangat bersilaturahmi Ayah & Bunda saya. Ditambah lagi, suami saya pun keluarganya terbilang besar, sehingga saya pun terus berlatih untuk bisa ngobrol dan kenal lebih dekat dengan keluarga besar saat kumpul. Memang sih, sulit untuk bisa kenal dan akrab dengan semua, tapi ya adalah ngobrol sedikit-sedikit. Sebisa mungkin jangan sampai saat silaturahmi …

puty puar - illustrator

Yang Nggak Semua Orang Tau Tentang Menjadi Ilustrator

Mungkin ada teman-teman yang membayangkan kalau menjadi ilustrator lepas adalah pekerjaan dambaan milennials jaman sekarang: sesuai hobi / minat / bakat / passion / ikigai / younameit, bisa dilakukan dari rumah, dan bisa jadi bos bagi diri sendiri. Namun sebenarnya nggak sesederhana itu, loh. Oleh karena itu, saya ingin mencoba berbagi cerita dan mungkin bisa jadi masukan untuk sesama pemula. First of all, mungkin ada yang mikir: “Siapa elo mau ngasih masukan?” Well, that’s the point! Justru karena saya masih tergolong baru di industri ini (sekitar 4 tahunan), probably some of you can relate with my case(s). Mungkin justru karena saya nggak sekolah / kuliah jurusan seni, then it’d be less intimidating. Selain itu, saya juga sudah merasakan kerja 5 tahun di dunia yang beda banget: jadi geologist yang kerja kantoran di perusahaan multinasional yang sangat terstruktur dan hirarkikal (tentu dengan posisi dan pemasukan yang sangat aman hahaha), pokoknya beda 180 derajat lah. Intinya, saya berharap sudut pandang saya relatif lebih luas ketika bicara soal profesi. Illustrator vs Artist Sejak awal, saya hati-hati sekali saat …