All posts filed under: Home & Family

Hello 2017

Our 2017 was started with fireworks in Lembang, Bandung. Hundreds of them, I guess, because I lost count. I stayed under the blanket covering Antariksa’s little ears hoping he could sleep well. Fireworks party has never been my thing; too bright and too loud. In the morning everything was back as usual. We had breakfast, took some photos, visited some relatives in Bandung, and went home after a terribly late lunch. On our way home, I got cold, dizzy and nauseous while Antariksa probably felt it too because he cried and only wanted to be held by me. I threw up. As soon as we got home, I had warm tea and porridge then went straight to bed with Antariksa in my hand. Well, it wasn’t my best day and in a way, I felt that I lost the good moment to start 2017; to start doing things. However, sleeping next to Antariksa and my husband after an exhausting day reminded me that a day or a year doesn’t always have to get a perfect beginning and a happy …

Tahun 2016

Banyak yang bilang bahwa tahun 2016 adalah tahun yang buruk banget untuk dunia karena berbagai teror yang terjadi sepanjang tahun, virus Zika, Brexit, Syria, Donald Trump, lalu berpulangnya David Bowie, Muhammad Ali, sampai the one and only Princess Leia Organa: Carrie Fisher. Bahkan jika kita skip dunia politik beserta segala isu SARA, tanah air pun punya kabar buruk dari Banda Neira yang bubar di akhir tahun. Namun demikian, terlepas dari segala kabar-kabar buruk di atas, 2016 adalah tahun yang luar biasa untuk saya. Rasanya banyak sekali yang saya lalui sepanjang tahun. Tidak semua menyenangkan, beberapa rasanya berat banget, namun begitu banyak pelajaran yang saya ambil dan hikmah yang saya dapat. This year totally changed my life dan kalau hanya boleh dideskripsikan dalam satu kata, kata untuk 2016 adalah ‘keluarga’. Here is a quick recap of ‘big’ things on chronological order:

Cerita Daftar Haji

Tinggal berdekatan dengan orang tua dan baru saja diamanahkan seorang bayi membuat kami punya lebih banyak waktu untuk bertemu dan ngobrol-ngobrol. Ayah adalah partner diskusi (mulai dari soal sejarah, agama, politik sampai soal manajemen resiko!) favorit saya dan Bunda tentu saja tempat curhat plus gosip nomer wahid. Salah satu topik yang sering muncul adalah soal masa depan yang merupakan rahasia Allah. Tahun ini lapang, tahun depan bisa saja sempit. Tahun ini sehat, tahun depan bisa saja sakit. Kondisi seseorang bisa berubah 180 derajat dalam waktu singkat. Biasanya di ujung obrolan soal ini, saya akan bilang, “Ayah dan Bunda mumpung masih sehat dan kuat jalan-jalan, ayo jalan-jalan dong. Hasil kerja keras dan menabung harus dinikmati, atuh. Nanti kalau ketuaan jalan-jalannya cepat capek loh.” Sampai suatu kali mereka pun balas mengingatkan, “Puti dan Abang nggak mau daftar haji? Sekarang daftar haji, baru belasan tahun lagi loh boleh perginya. Nanti kalau ketuaan cepat capek loh.” KENA DEH SAYA DIBALES! :p Namun setelah saya obrolin dengan suami, iya juga sih, kenapa nggak betulan daftar aja? Ipar saya pun sudah daftar …