All posts filed under: Love & Marriage

Pintu-Pintu

“When one door closes, another opens.” – Alexander Graham Bell Sudah seminggan ini saya cukup sibuk dengan beberapa meeting, project, deadline, dan commission sampai-sampai nggak sempat menulis di blog, padahal ada beberapa hal yang sudah terpikirkan untuk di-post. Setiap kesempatan untuk menjadi produktif sungguh saya syukuri. Rasa syukur ini kemudian membawa saya untuk meluangkan sepotong pagi untuk menulis blog post singkat ini. Waktu resign dari kerjaan saya 1,5 tahun lalu, saya sempat berpikir bahwa menjadi ibu adalah sebuah pengorbanan jika dilihat dari sisi karir dan sosial. Mungkin kalau dilihat dari sisi tersebut saja ada benarnya. Saya harus berhenti menjadi geologist dan membangun jaringan dalam lingkup profesi saya. Saya juga harus berhenti solo traveling dan menyimpan rapat-rapat dulu mimpi saya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Jadi saya pikir waktu itu: ya harus ikhlas, namanya juga pengorbanan. I closed the door and I had to move on.

Sepotong Cerita Ulang Tahun Abi Antariksa

“HAPPY BIRTHDAY, ABI ANTARIKSA!” Demikian kata-kata yang saya minta ke mbak-mbak toko roti-dan-kue-yang-cabangnya-ada-di-hampir-setiap-mall. Saya nggak sempat berpikir kata-kata yang lebih romantis atau ‘witty’, pokoknya yang penting tiramisu dan cepat pulang. Kemarin untuk pertama kalinya saya pergi tanpa membawa Antariksa untuk kontrol pasca lahiran ke dokter kandungan. Antariksa saya tinggal di rumah bersama Mbak Tuti (Asisten Rumah Tangga kami) dan Bunda. Selama di rumah sakit akhirnya saya merasakan yang dulu saya anggap sebagai “ke-lebay-an” ibu-ibu: baru sejam sudah kangen anak :p Pokoknya sibuk texting ke Bunda, “Bun, Antariksa nangis nggak?”, “Bun, lagi apa si Antariksa?”, “Bun, sukses nggak minum ASIP (Air Susu Ibu Perah) pakai sendoknya si Antariksa?”, dll. Intinya: LEBAY :p Pulang dari dokter kandungan saya buru-buru naik ojek ke mall terdekat untuk beli kue ulang tahun suami, walaupun sebetulnya suami saya orangnya bukan tipe yang harus tiup lilin dan potong kue. Begitu tiba di rumah, saya langsung menyusui lalu curi waktu setelah Antariksa tidur untuk cetak-gunting-tempel topper cake dan bungkus kado. Selesai urusan topper dan bungkus kado serta drama-drama menyusui di antaranya barulah saya buru-buru mandi. Pokoknya jadi seru …