All posts filed under: Motherhood

Pintu-Pintu

“When one door closes, another opens.” – Alexander Graham Bell Sudah seminggan ini saya cukup sibuk dengan beberapa meeting, project, deadline, dan commission sampai-sampai nggak sempat menulis di blog, padahal ada beberapa hal yang sudah terpikirkan untuk di-post. Setiap kesempatan untuk menjadi produktif sungguh saya syukuri. Rasa syukur ini kemudian membawa saya untuk meluangkan sepotong pagi untuk menulis blog post singkat ini. Waktu resign dari kerjaan saya 1,5 tahun lalu, saya sempat berpikir bahwa menjadi ibu adalah sebuah pengorbanan jika dilihat dari sisi karir dan sosial. Mungkin kalau dilihat dari sisi tersebut saja ada benarnya. Saya harus berhenti menjadi geologist dan membangun jaringan dalam lingkup profesi saya. Saya juga harus berhenti solo traveling dan menyimpan rapat-rapat dulu mimpi saya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Jadi saya pikir waktu itu: ya harus ikhlas, namanya juga pengorbanan. I closed the door and I had to move on.

Anak dan Gadget

Hari Sabtu lalu saya kembali mengarungi kerasnya Jakarta demi datang ke sebuah parenting talkshow (lagi!) Jarak dari Bekasi ke Pondok Indah saya tempuh karena temanya menarik dan relevan banget dengan kehidupan ibu-ibu jaman sekarang yaitu soal anak dan gadget. Sebetulnya Antariksa sendiri termasuk anak yang nggak saya kasih gadget, namun kadang dia ikutan nonton TV dan senang banget kalau diajak selfie atau diputerin video dirinya sendiri (#loh #ternyataagaknarsis). Namun dengan intensitas saya main handphone, gambar-gambar di iPad atau bekerja dengan komputer, cepat atau lambat Antariksa pasti akan penasaran juga. Jadi sejauh mana sih anak boleh main gadget dan apakah kiat-kiat serta solusinya kalau anak sudah terlanjur nempel banget sama gadget? Berhubung isi talkshownya bagus dan bisa menjawab pernyataan saya di atas, jadi akan saya ceritain di sini yaaa. Mudah-mudahan bermanfaat :) Talkshow berjudul ‘No Gadget, No Worries!’ ini menghadirkan pembicara psikolog anak, Chitra Annisya, Mp.Psi., dari Tiga Generasi dan blogger mom, Dhatu Rembulan. Saya sendiri sudah lama menjadi follower Tiga Generasi dan menjadikan buku ‘Anti Panik’ sebagai primbon mengasuh anak, jadi saya yakin banget akan …

Ketika Antariksa Sakit Mata

Sebetulnya masih ada beberapa cerita dari perjalanan ke Singapura kemarin, namun kali ini saya mau sharing dulu soal sakit matanya Antariksa dan pengalaman ke dokter mata anak di Jakarta Eye Center (JEC) Menteng. Mudah-mudahan bermanfaat ya. Antariksa’s Pinky Eyes Berawal dari akhir bulan lalu waktu kami jalan-jalan ke Bogor, mata Antariksa terlihat agak merah. Hal ini nggak pernah terjadi sebelumnnya. Berhubung Antariksa nggak resah, nggak rewel, dan nggak jadi lebih sering mengucek-ucek mata, saya nggak khawatir. Selain itu nggak ada kotoran mata (a.k.a belek) yang keluar dari mata ataupun air mata yang berlebihan. Patokan saya: kalau anak sakit atau nggak nyaman pasti dia rewel kan? (#mamaksotoy) Ternyata sampai 2 hari selanjutnya matanya tambah merah dan terlihat seperti ada selaput bening di tepi bola matanya. Saya pun membawa Antariksa ke dokter spesialis anak di RS Hermina Bekasi. Setelah dicek, dokter anak memberikan obat tetes mata Cendo Polygran lalu berpesan kalau sampai 2 hari setelahnya kondisi mata Antariksa masih sama sebaiknya dibawa ke dokter spesialis mata. Setelah 2 hari ternyata matanya Antariksa masih merah. Namun dia tetap nggak …