All posts filed under: Review

Skin Care Newbie – The Enlightenment (Part 1)

Sejak menikah dan mengarungi bahtera Long Distance Marriage (LDM) Balikpapan – Egham, saya sepertinya ‘lupa’ banget sama perawatan kulit. Sehari-hari paling pakai sabun cuci muka dan make up remover sepulang kantor. Di samping kenyataan kalau kulit saya nggak manja (baca: badak) dan nggak terlalu bermasalah, saya pikir waktu itu “Paling dilihat suami via Skype doang.” :p Begitu suami kembali ke Indonesia, saya pun hamil. Begitu hamil saya langsung mikir kalau perawatan muka tercukupi dengan cuci muka pakai sabun homemade & toner cuka apel supaya alami, plus dibantu dengan Equil Derma Hydration Dew. Bisa ditebak setelah melahirkan kulit pun makin ‘amburadul’. Pregnancy glow pergi, stress menyusui datang dan hari-hari begadang pun dimulai. Begitu Antariksa hampi masuk usia 4 bulan, saya pun mulai mendapat sinyal-sinyal dari semesta untuk insyaf dan kembali memperhatikan kulit wajah saya. Beberapa teman di timeline mulai posting soal 10 steps Korean skin care routine. Saya pun ‘tergerak’ waktu baca komentar-komentar yang berseliweran di timeline. Ada yang bilang kalau skin care itu sebetulnya untuk memancarkan inner beauty karena dengan kulit yang sehat dan glowing, make up nggak perlu tebal-tebal. Ada juga yang bilang kalau …

Advertisements

Book Review: Imaji Terindah

Sebuah kebahagiaan bagi saya menerima kiriman buku dari Sitta Karina. Pikiran saya langsung kembali ke tahun 2004, waktu saya masih duduk di bangku SMA. Yup, saya adalah pembaca novel Lukisan Hujan edisi pertama. Sebagaimana anak umur 13 tahun pada umumnya, saya jatuh cinta banget pada Diaz Hanafiah (dan seluruh keluarga Hanafiah-nya). Kalau bahasa jaman sekarangnya sih: baper berat! Sitta Karina mampu menceritakan detil-detil setting adegan dan bikin lutut lemas. Di novelnya Sitta Karina menghadirkan sosok anak-anak konglomerat Hanafiah yang luar biasa (kaya raya, ganteng, jago ini itu, kalau jalan-jalan ke luar negeri entengknya bagaikan jalan-jalan ke dari Tebet ke Salemba), romantis dan ‘menyerah’ pada cewek yang biasa-biasa saja. Siapa juga cewek dari kalangan warga sipil biasa yang lutut dan hatinya nggak jadi lemas? :p

Jalan-Jalan Bersama Antariksa: Yogyakarta

Rezeki memang sering datang tanpa diduga. Di awal bulan suami mengabarkan soal adanya acara perusahaan yang diadakan di Yogyakarta (atau saya lebih suka menyebutnya Jogja). Suami berhak mendapat satu kamar untuk 2 orang sehingga saya dan Antariksa bisa ikutan selama nggak ‘gerecok’ jadwal acara kantor. Hore! Ini merupakan perjalanan pertama Antariksa dengan pesawat terbang. Untuk cerita soal terbang bersama bayi akan saya tulis terpisah di blog post berikutnya ya. Namun singkat cerita, alhamdulillah, selama perjalanan di darat maupun saat terbang Antariksa sangat pengertian dan nggak rewel. Kami berangkat dan pulang dengan Garuda Indonesia dan akhirnya menjejakkan kaki juga di Terminal 3 Ultimate, hihi. Nah, selain kali pertama terbang, ini juga kali pertama kami pergi bertiga saja alias nggak sama Si Mbak. Saya sejujurnya agak deg-degan karena biasanya kalau di rumah saya ‘tandeman’ mengurus Antariksa, apalagi kalau dia lagi needy dan saya lagi sibuk gambar atau menulis. Biasanya juga saya menyerahkan urusan mandinya Antariksa ke Si Mbak karena justru di saat itulah saya bisa curi waktu untuk ‘kerja’. Syukurnya selama di Jogja semua berjalan lancar :)