All posts filed under: Review

Book Review: Imaji Terindah

Sebuah kebahagiaan bagi saya menerima kiriman buku dari Sitta Karina. Pikiran saya langsung kembali ke tahun 2004, waktu saya masih duduk di bangku SMA. Yup, saya adalah pembaca novel Lukisan Hujan edisi pertama. Sebagaimana anak umur 13 tahun pada umumnya, saya jatuh cinta banget pada Diaz Hanafiah (dan seluruh keluarga Hanafiah-nya). Kalau bahasa jaman sekarangnya sih: baper berat! Sitta Karina mampu menceritakan detil-detil setting adegan dan bikin lutut lemas. Di novelnya Sitta Karina menghadirkan sosok anak-anak konglomerat Hanafiah yang luar biasa (kaya raya, ganteng, jago ini itu, kalau jalan-jalan ke luar negeri entengknya bagaikan jalan-jalan ke dari Tebet ke Salemba), romantis dan ‘menyerah’ pada cewek yang biasa-biasa saja. Siapa juga cewek dari kalangan warga sipil biasa yang lutut dan hatinya nggak jadi lemas? :p Advertisements

Advertisements

Jalan-Jalan Bersama Antariksa: Yogyakarta

Rezeki memang sering datang tanpa diduga. Di awal bulan suami mengabarkan soal adanya acara perusahaan yang diadakan di Yogyakarta (atau saya lebih suka menyebutnya Jogja). Suami berhak mendapat satu kamar untuk 2 orang sehingga saya dan Antariksa bisa ikutan selama nggak ‘gerecok’ jadwal acara kantor. Hore! Ini merupakan perjalanan pertama Antariksa dengan pesawat terbang. Untuk cerita soal terbang bersama bayi akan saya tulis terpisah di blog post berikutnya ya. Namun singkat cerita, alhamdulillah, selama perjalanan di darat maupun saat terbang Antariksa sangat pengertian dan nggak rewel. Kami berangkat dan pulang dengan Garuda Indonesia dan akhirnya menjejakkan kaki juga di Terminal 3 Ultimate, hihi. Nah, selain kali pertama terbang, ini juga kali pertama kami pergi bertiga saja alias nggak sama Si Mbak. Saya sejujurnya agak deg-degan karena biasanya kalau di rumah saya ‘tandeman’ mengurus Antariksa, apalagi kalau dia lagi needy dan saya lagi sibuk gambar atau menulis. Biasanya juga saya menyerahkan urusan mandinya Antariksa ke Si Mbak karena justru di saat itulah saya bisa curi waktu untuk ‘kerja’. Syukurnya selama di Jogja semua berjalan lancar :)

Mampir ke Maraca Books & Cafe

Setelah minggu lalu saya menulis soal staycation di Aston Bogor, nah kali ini saya mau cerita soal perjalanan saya, suami dan Antariksa ke Bogor (LAGI!) weekend kemarin. Tujuan utama kami ke Bogor kemarin adalah untuk menghadiri pernikahan salah seorang sahabat saya, Pii. Karena kami tiba lebih awal di Bogor, kami mampir di Maraca Books & Coffee. Sebetulnya sudah lama saya mau ke Maraca, sekalian meet up dengan salah satu co-founder / bagian creativenya yaitu si Buni / Ibu Feni / besinikel. Untungnya pas saya ke sana Buni-nya habis mengajar workshop brush lettering dan masih nongkrong cantik bersama bayinya, Yaya. Jadilah kami berhasil meet up (atau bahasa purbanya: kopi darat, haha!) Maraca Books & Coffee ini terletak di pinggir jalan raya yang mengelilingi Kebun Raya Bogor jadi sebetulnya mudah diakses walaupun memang mungil (eh tapi jangan salah, kapasitasnya bisa sampai 50an orang). Namun itulah yang bikin saya pertama kali jatuh cinta sama kafe ini: hangat karena kecil dan di saat yang sama sejuk dan segar (karena memang berseberangan dengan Kebun Raya).