All posts filed under: Thoughts

Curhat Hari Buku

Tanggal 23 April kemarin adalah Hari Buku Internasional yang juga merupakan tanggal wafatnya William Shakespeare. Cukup banyak ucapan Selamat Hari Buku yang bersliweran di lini masa media sosial saya, namun sejujurnya baru akhir pekan lalu saya termenung di sebuah toko buku di Bandara Halim. Saya teringat bahwa belum sebulan saya ikut berduka atas ditutupnya gerai Toko Buku Aksara di Citos & Pacific Place. Jujur saja, setiap ke Pacific Place, saya yang warga sipil biasa ini (dengan daya beli yang tentu juga biasa-biasa saja) nggak begitu tertarik masuk toko lain selain Aksara. Ya walaupun itu juga belum tentu beli sih (HAHAHA). Memang saya sadari kalau seiring berjalannya waktu, Aksara lebih mirip concept store / curated gift shop ketimbang toko buku, tapi toh saya tetap senang berkunjung ke sana. Semenjak ikut menulis buku, saya jadi lebih memperhatikan bagaimana perkembangan bisnis buku dan ‘keras’nya industri ini. Mungkin beberapa teman masih ingat bagaimana Tere Liye sempat ‘ngambek’ ingin berhenti menerbitkan buku gara-gara pajak penulis yang dirasa mencekik. Walaupun kemudian ditanggapi langsung oleh Ibu Sri Mulyani, isu ini adalah bukti …

introvert

Salah Paham Pada Introvert (Versi Saya)

Setiap kali saya menyebutkan bahwa saya adalah seorang introvert, banyak orang yang nggak percaya. Teman-teman yang baru kenalan dengan saya ataupun tau saya dari dunia maya biasanya bilang, “Hah, masa sih introvert? Kok bisa rame?” atau “Kok suka jayus?” (<– kalau ini bawaan lahir kali ya?) atau “Kok kayanya ramah-ramah aja?”, dst. Sebelum kenal MBTI aliasMyers–Briggs Type Indicator, saya termasuk orang yang menganggap diri saya sendiri kurang pintar bergaul. Saya nggak selalu merasa nyaman ada di lingkungan baru dengan orang-orang yang belum saya kenal. Hidup di Indonesia yang menjunjung keramahan dalam bentuk ‘ketemu di angkot bisa langsung ngobrol dari harga cabe sampai curhat soal cicilan’, ada masa-masa saya menganggap diri saya ‘aneh’. Saya lupa kapan tepatnya tapi saya ingat betapa leganya saya saat mengetahui bahwa saya nggak ‘aneh’ karena berdasarkan teori psikologi memang ada tipe manusia yang dapat energi kalau berinteraksi dengan orang lain, yaitu extrovert, dan ada pula yang justru harus menggunakan energinya untuk bersosialisasi sehingga kalau energi ini habis perlu di-charge dengan cara menyendiri. Introversion is the state of being predominantly interested in one’s …