All posts filed under: Thoughts

Pintu-Pintu

“When one door closes, another opens.” – Alexander Graham Bell Sudah seminggan ini saya cukup sibuk dengan beberapa meeting, project, deadline, dan commission sampai-sampai nggak sempat menulis di blog, padahal ada beberapa hal yang sudah terpikirkan untuk di-post. Setiap kesempatan untuk menjadi produktif sungguh saya syukuri. Rasa syukur ini kemudian membawa saya untuk meluangkan sepotong pagi untuk menulis blog post singkat ini. Waktu resign dari kerjaan saya 1,5 tahun lalu, saya sempat berpikir bahwa menjadi ibu adalah sebuah pengorbanan jika dilihat dari sisi karir dan sosial. Mungkin kalau dilihat dari sisi tersebut saja ada benarnya. Saya harus berhenti menjadi geologist dan membangun jaringan dalam lingkup profesi saya. Saya juga harus berhenti solo traveling dan menyimpan rapat-rapat dulu mimpi saya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Jadi saya pikir waktu itu: ya harus ikhlas, namanya juga pengorbanan. I closed the door and I had to move on. Advertisements

Advertisements

Apakah Betul Sekarang Informasi Gratis?

Waktu membaca berita soal nasib para pegawai Femina Group yang gajinya dicicil bahkan belakangan tidak dibayar penuh lagi, saya sedih banget. Saya adalah pelanggan setia majalah GADIS sejak SMP dan dulu saya sempat punya cita-cita jadi wartawan majalah, desainer majalah, atau ilustratornya. Pokoknya kerja di majalah karena tampak keren banget. Waktu kuliah, tahun 2008-2009 saya akhirnya mencicipi pengalaman tersebut. Saya beberapa kali jadi kontributor lepas GADIS yang tugasnya menulis hal-hal remeh temeh semacam ‘mitos masuk angin’ atau meliput konser band grade sekian di Bandung. Namun saya senang banget karena saya belajar cukup banyak. Pastinya ada editor profesional yang mengarahkan dan memeriksa tulisan saya. Saya pun berusaha sangat teliti saat memilih kata-kata atau meletakkan tanda baca. Selain itu honornya alhamdulillah lancar banget dan menurut saya cukup besar saat itu. Pokoknya beberapa kali saya bisa traktir orang tua dan beli kamera LOMO dari hasil nulis. Sekarang saya sudah nggak langganan koran dan majalah sama sekali. Seperti kebanyakan orang, saya mengakses informasi dari internet. Boleh dibilang semuanya gratis, serba cepat tanpa harus tunggu terbit 2 minggu sekali, dan …