All posts filed under: Wanderlust

Selalu Ingin ke Jogja Lagi

Bulan lalu suami sempat bilang ada rencana perjalanan dinas ke Jogja lagi di akhir tahun. Langsung dong saya mencari ‘celah’ untuk bisa ikutan lagi. (Awal tahun kemarin saya dan Antariksa sempat ikutan jalan-jalan ke Jogja, ceritanya bisa disimak di sini) Walaupun bukan orang Jogja dan nggak pernah kuliah di sana, saya harus mengakui kalau kota ini selalu ngangenin :’) Memang bisa dibilang Jogja masih menjadi salah satu destinasi wisata nusantara terpopuler. Baik untuk liburan panjang yang direncanakan maupun weekend gateway dadakan, kota sarat budaya dan sejarah ini merupakan tujuan wisata yang lengkap dan segala ada. Selain itu sekarang ini semakin banyak tempat-tempat lucu, indie dan berbudaya yang sering saya intip-intip di Instagram. Selain kental dengan budaya dan penduduknya ramah-ramah, Jogja juga merupakan destinasi wisata kuliner dan belanja. Siapa coba yang nggak hafal dengan murah meriah dan lucu-lucunya barang-barang di kawasan Malioboro? Mulai dari pakaian hingga barang antik cantik dengan unsur etnik bisa didapatkan dengan harga miring (eits, asal pinter nawar yaa… hihih). Nggak heran kalau koper selalu jadi lebih berat begitu pulang dari Jogja dibandingkan …

Menengok Karya-Karya Yayoi Kusama Di Singapura

Minggu lalu keluarga kecil kami dapat kesempatan untuk jalan-jalan ke Singapoh lagi. Alhamdulillah. Suami ada konferensi (lagi) dan saya beserta Antariksa pun ‘nebeng’ (lagi), hehe :p Salah satu alasan terbesar saya mau ikutan adalah mau lihat pameran ‘Yayoi Kusama: Life is The Heart of a Rainbow’ di National Gallery of Singapore. Sedikit intro, Yayoi Kusama merupakan seniman kontemporer yang lahir tahun 1929 (making her 88 years old now!). Oma Yayoi ini termasuk salah satu seniman yang berpengaruh pada perkembangan pop art termasuk pop artist Andy Warhol (bahkan katanya sih beliau pernah sampai menuduh Andy Warhol mencuri idenya). Yayoi Kusama ini terkenal dengan konsistensi karyanya dengan pola dan pengulangan (misalnya bulatan-bulatan alias dots-nya yang famous banget itu!) dalam nuansa psychedelic. Karya-karya Oma Yayuk, eh Yayoi ini nggak hanya berbentuk lukisan dan instalasi saja, tapi juga kolase, soft sculpture, dan performance art. Saya sendiri sebelumnya cuma familiar dengan Pumpkin dan Dots-nya saja. Beberapa kali saya sempat lihat di Instagram foto teman yang ke eksibisi Oma Yayoi di Tokyo dan sempat lihat foto-foto pengunjung lainnya. Seru banget kelihatannya. …