Latest Posts

Terpikir Mencoba Bullet Journaling?

Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu hal wajib menjelang akhir tahun bagi saya adalah: beli planner baru untuk setahun ke depan. Saya pernah menulis soal planner-planner sejak tahun 2005 di sini, dan yang pasti semuanya masih saya simpan. (JUDGE ME, MARIE KONDO. I’M NOT LETTING THEM GO! hahahahaha)

Sejujurnya untuk tahun 2018 saya sudah membeli planner Daiichi yang jadi favorit saya sejak tahun 2009. #wanitayangsetia Namun seiring dengan mulai bervariasinya kegiatan saya sekarang (cieee), saya mulai berpikir untuk mencari planner yang lebih tebal dengan halaman yang lebih banyak untuk mencatat ini itu.

Belakangan saya mulai terpikir untuk memulai bujo (bujo loh ya bukan burjo!) aliat bullet journal. Jadi untuk teman-teman yang belum kebayang bullet journal ini apa, bisa baca artikel ini: :‘WTF Is A Bullet Journal And Why Should You Start One? An Explainer’.┬áIntinya, kalau dengan sistem bullet journal ini kita bisa lebih bebas bikin template untuk berbagai jenis rencana kita, dan bisa dibentuk jadi macam-macam: checklist, grafik bar, piechart, dll. Untuk yang suka doodling, bullet journal pun lebih fleksibel untuk dihias-hias dan digambari.

Misalnya begini:

Template untuk resolusi tahun baru

Atau ini contoh template lain yang bisa dibikin kalau misalnya nih salah satu rencana kita adalah untuk beramal lebih banyak tahun depan:

Read More

Advertisements

A Sad News and A Lesson

A few days ago, our best friends couple (both the husband and wife were classmates of my and my husband) lost their baby boy which was stillborn on the 37+ weeks of pregnancy. It happened suddenly and everyone was surprised because everything had been well. The wife seemed to have taken the pregnancy seriously with extra care and I, of course, naturally voluntarily had given her quite a lot of advice and tips and tricks (even when I hadn’t been asked, duh). She, as one of the nicest persons on Earth, of course, had listened to me wholeheartedly.

When the sad news came, I couldn’t move. It took me some minutes to respond and forward the news to the other friends. I visited them the next day and hugged my best friend without words, just tears. That woman I hugged is a sincere and really kind woman, the happy friend who would genuinely congratulate on your success with no jealousy, probably one in a million nowadays. That moment, I felt too much and a question popped: “Why? Why her? What did she do to deserve this?”

Read More