All posts tagged: book

Komik Persatuan Ibu-Ibu

Tahun ini mimpi saya punya buku yang diterbitkan terwujud di bulan Januari. Alhamdulillah, ‘Happiness is Homemade’ terbit di bulan Januari dan mendapat cukup banyak sambutan positif. Beberapa kali saya juga mendapatkan kesempatan bincang buku dan bertemu dengan banyak sekali teman-teman baru. Allah memang Maha Baik. Mimpi ini ternyata terwujud dua kali tahun ini! :’) Bulan ini buku kedua saya, ‘Komik Persatuan Ibu-Ibu’, terbit ? Terima kasih lagi dan lagi kepada Bentang Pustaka atas kepercayaannya kepada karya saya, serta mendukung segala prosesnya dari awal sampai terbit. Curhat Ibu-Ibu Melalui Komik ‘Komik Persatuan Ibu-Ibu’ sebagaimana judulnya adalah komik yang berisi curhatan saya sebagai ibu muda anak satu yang lagi ‘norak-noraknya’, yang serasa paling ‘berat’ kehidupannya setelah punya anak, hahahah. Curhat melalui komik ini sudah saya mulai sejak 2016, saat Antariksa masih newborn dan saya harus menyusui dia terus-terusan sepanjang hari. Waktu itu saya curhat betapa saya bahkan nggak sempat cek email walau hanya sekejap. Ternyata waktu saya post di Instagram @byputy, cukup banyak ibu-ibu yang merespon dan bilang, “Wah iya ini aku banget!” Ternyata waktu saya membuat dan berbagi komik-komik …

Curhat Hari Buku

Tanggal 23 April kemarin adalah Hari Buku Internasional yang juga merupakan tanggal wafatnya William Shakespeare. Cukup banyak ucapan Selamat Hari Buku yang bersliweran di lini masa media sosial saya, namun sejujurnya baru akhir pekan lalu saya termenung di sebuah toko buku di Bandara Halim. Saya teringat bahwa belum sebulan saya ikut berduka atas ditutupnya gerai Toko Buku Aksara di Citos & Pacific Place. Jujur saja, setiap ke Pacific Place, saya yang warga sipil biasa ini (dengan daya beli yang tentu juga biasa-biasa saja) nggak begitu tertarik masuk toko lain selain Aksara. Ya walaupun itu juga belum tentu beli sih (HAHAHA). Memang saya sadari kalau seiring berjalannya waktu, Aksara lebih mirip concept store / curated gift shop ketimbang toko buku, tapi toh saya tetap senang berkunjung ke sana. Semenjak ikut menulis buku, saya jadi lebih memperhatikan bagaimana perkembangan bisnis buku dan ‘keras’nya industri ini. Mungkin beberapa teman masih ingat bagaimana Tere Liye sempat ‘ngambek’ ingin berhenti menerbitkan buku gara-gara pajak penulis yang dirasa mencekik. Walaupun kemudian ditanggapi langsung oleh Ibu Sri Mulyani, isu ini adalah bukti …