All posts tagged: financial

Disiplin Mencatat Pengeluaran

Sebetulnya saya sudah lumayan lama ingin sharing seputar finansial keluarga, namun baru sekarang sempat terlaksana. Maafkanlah ibu-ibu yang lelah dikejar-kejar deadline ini :’))) Jujur saya nggak punya background ekonomi atau financial planning, namun dari beberapa kali ikutan seminar atau baca-baca artikel, salah satu hal yang penting dalam perencanaan keuangan adalah: tau betul sebetulnya pengeluaran rutin kita tiap bulan tuh berapa sih. Kenapa hal ini penting? Karena akan jadi pertimbangan saat mengalokasikan dana untuk investasi, ambil cicilan, tabungan jangka panjang, dst. Jangan sampai gara-gara salah perhitungan malah keteteran untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Baca Juga: Sharing tentang Islamic Financial Planning Berdasarkan pengalaman saya, untuk betul-betul tau kita perlu data beberapa bulan terakhir untuk ambil rata-rata karena yang namanya pengeluaran pasti fluktuatif. Kadang bulan kemarin hemat banyak, eh bulan ini pengeluaran membengkak gara-gara mobil rusak dan atap bocor. Bulan depannya ternyata lebih besar lagi karena bayar tagihan sepulang liburan.

Hidup Berkecukupan

Pagi ini, ditemani segelas kopi dan playlist buatan sendiri, saya tergerak untuk menulis soal ini: hidup berkecukupan. Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Widya Arif di blognya: ‘Gaya Hidup Vs Hidup Gaya’ yang bercerita soal dia yang merasa cukup-cukup saja walaupun menjadi freelancer yang tidak selalu fee lancar. Kalau Widya punya sudut pandang wanita single, saya akan tulis dari sudut pandang ibu-ibu dengan anak satu, hehe. Sebelum saya resign dari pekerjaan kantoran terakhir saya, salah satu yang saya pertimbangkan adalah: rumah tangga kami akan kehilangan separuh pemasukan. (yup literally separuh, karena saya dan suami  saat itu bekerja di bidang yang sama dengan pemasukan yang kurang lebih sama, saat itu loh ya, hehe) Kalau boleh jujur, penghasilan tetap dan benefit-benefit karyawan yang saya tinggalkan jumlahnya relatif besar (untuk ukuran orang Indonesia) dan saya berkali-kali bertanya pada diri saya, “Siap nih nggak gajian lagi? Siap kehilangan 50% penghasilan rumah tangga padahal sebentar lagi punya anak?” Siap nggak siap, I took the leap of faith. Hari ini anak kami genap berusia setahun. Alhamdulillah, saya rasa kami hidup cukup, lebih …