All posts tagged: GEA

Tips Menjadi Mahasiswa ITB

Pertama saya ingin mengucapkan selamat untuk adik saya, Zakki, yang berhasil mengikuti jejak saya (GL ’07) dan Ayah (TI ’81) masuk Institut Teknlogi Bandung (ITB). Waktu saya kuliah ada bercandaan yang bilang kalau kuliah di ITB itu susahnya 3x. Susah masuk, susah bertahan, dan susah keluar (lewat Sabuga alias wisuda). Sebagai salah satu survivor yang IQ-nya rata-rata saja di kampus, bercandaan itu benar adanya. Namun demikian kuliah di ITB adalah salah satu masa paling indah untuk saya :) Untuk adik-adik yang baru mau masuk ITB (terutama adik saya), berikut list of “Things You Should Do” berdasarkan pengalaman saya. 1) Tidak menyepelekan mata kuliah 2 SKS. This one is quite personal for me. Saya termasuk mahasiswa yang nggak terlalu cemerlang soal hitung-hitungan. Untungnya saya masuk Teknik Geologi yang lebih banyak hafalannya. Waktu TPB saya klenger banget sama yang namanya KALKULUS dan sialnya kalkulus itu 4 SKS, hahaha. Biarpun sudah belajar mati-matian tetap saja nilainya jongkok :p Akhirnya saya pun tau diri dan all out di semua pelajaran lain yang dianggap orang lain kurang penting karena bobotnya …

Advertisements

Menjadi Pegawai Perusahaan Migas Asing: Ketika Nasionalisme Dipertanyakan

Beberapa waktu yang lalu saya diminta menulis untuk Suara GEA paperless edisi Nasionalisasi Migas. Suara GEA adalah sebuah wadah publikasi tulisan dan pemikiran dari para mahasiswa Teknik Geologi ITB. Topik yang diminta adalah mengenai nasionalisme di industri migas yang sarat kepentingan pihak asing. Kebetulan dua tahun lalu saya menyinggung soal “Oil & Gas = Tidak Nasionalis?” di blog. Kini saat saya ternyata benar jadi pegawai di perusahaan migas asing, saya senang sekali dapat berbagi pemikiran lagi soal ini. Terbukti, saya masih ingin memajukan bangsa (sesuai kemampuan saya tentunya). Terbukti saya masih bangga dengan nama panjang saya yang Indonesia banget. Terbukti saya masih lebih suka singkong goreng daripada croissant. Silakan unduh Suara GEA paperless edisi Nasionalisasi Migas di sini. Selain tulisan saya, ada pula tulisan mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi, kontroversi Blok Mahakam, hingga asal-usul hidrokarbon (terutama buat yang masih percaya bahwa minyak bumi itu berasal dari dinosaurus yang telah mati, hehe). Berikut tulisan saya: ———————— Menjadi Pegawai Perusahaan Migas Asing: Ketika Nasionalisme Dipertanyakan Dua tahun lalu saya pernah menulis sebuah artikel berjudul  “Oil & Gas …

Apa Kabar, Bandung?

Halo, Bandung. Apa kabar? Ini malam Minggu, jadi pasti macet tapi juga penuh cinta :) Baru setahun lebih sedikit saya pergi tapi rasanya saya sudah kehilangan tempat di antara sesaknya pendatang baru. Kamar kosan saya di Cisitu Baru yang tutup pukul 10 malam (ya, jam 12 kalau malam Minggu seperti ini) tentu sudah dihuni orang lain. Entah bagaimana dekorasinya sekarang. Mungkin tanpa stereofoam yang dipenuhi rencana atau janji-janji palsu diantara gambar kelinci. Di Teknik Geologi dan GEA ada angkatan-angkatan baru yang membicarakan cerita lama dan hal-hal yang sama dengan yang dulu kami khawatirkan. Sudah ada wajah-wajah baru yang duduk-duduk di kursi panjang selasar Liga Film Mahasiswa,  memandang taman, mengamati beberapa parabola, dan menggambari halaman-halaman belakang buku gosip. Beberapa memikirkan IPK, beberapa memikirkan kamera. Pasti ada juga yang memikirkan keduanya. Apa kabar ya teman-teman saya? Beberapa sudah pulang ke daerah asalnya. Ada yang kembali ke ibu kota atau merantau ke pulau seberang. Ada yang sekolah ke negara lain. Hampir semua pergi lalu mengisi lembar-lembar baru; yang beberapa tahun lalu kami tahu pasti akan tiba saatnya untuk dibuka. Beberapa …