Article

Donasi untuk Palestina & Papua

Pertama sekali, biar saya jelaskan bahwa saya memiliki darah Indonesia bagian Barat, Tengah, maupun Timur. Ayah saya berasal dari Sumatera Barat. Opa dari Bunda saya adalah orang Ambon sedangkan Oma orang Manado. Ibu saya masa mudanya memeluk Kristen Advent lalu mulai belajar Islam sebelum menikah. Saya punya saudara-saudara non-Muslim sebagaimana saya punya saudara-saudara Muslim yang saya hormati dan sayangi. Insya Allah tidak perlu lagi mengajari saya untuk bertoleransi karena saya bisa lahir dan tumbuh karena toleransi dan dalam toleransi beragama. Oleh karena itu semoga tidak ada pembaca di sini yang menganggap saya menyinggung agama atau bagian Indonesia tertentu.

Beberapa hari belakangan konflik Israel-Palestina di Gaza memburuk. Konflik ini memang sudah puluhan tahun terjadi dan kondisinya memang selalu menyedihkan. Sulit untuk memisahkan isu agama di sini, tapi saya rasa tidak perlu menjadi Muslim untuk berempati kepada para korban. Kekuatan yang tidak seimbang antara kedua kubu membaurkan definisi ‘perang’. Ini bukan perang, tapi pembunuhan. Sedikit OOT, tapi saya agak tergelitik oleh banyaknya orang yang menjelang pilpres sangat peduli dan memperjuangkan HAM tapi sekarang tidak berkomentar sama sekali soal Palestina.

Kembali menyoal Palestina, selain mengirimkan doa, saya meneruskan gambar dari Mbak Merzy yang saya kenal karena kegiatan sosial juga, Borneons Donate. Gambar tersebut berisi informasi soal RS Indonesia di Palestina, beberapa akun media sosial serta cara berdonasi yang hasilnya akan digunakan untuk peralatan medis. Selain membagi lewat Path saya juga post melalui akun Twitter. Karena di-RT oleh beberapa teman yang punya banyak follower, alhamdulillah cukup banyak yang ‘ngeh’ akan informasi ini.

pathhh

Dalam berbagi link donasi saya selalu berhati-hati. Uang bukan perkara gampang, tapi kepercayaan adalah hal yang tak ternilai. Saya cek dahulu soal mer-c.org ini. Ternyata programnya cukup banyak dan bukan hanya untuk Palestina saja. Kenapa saya tiba-tiba terkesan bersemangat sekali menyebarkan info RS Indonesia ini? Karena jujur saja saya baru tahu keberadaannya. Dukungan medis adalah hal yang saya yakini sangat dibutuhkan Palestina dan sifatnya universal, perwujudan donasi pun kongkrit.

Lalu pagi ini seorang teman share gambar dari akun Twitternya @badutromantis.

Ini kemudian membawa kesedihan tersendiri bagi saya. Tentu saya sedih mengetahui ada saudara di belahan Indonesia Timur sana yang merasa tidak dirangkul. Ada pula orang-orang (termasuk Muslim pula) yang akhirnya berkomentar, “Jauh-jauh amat sih ngurusin Palestina, lah di negeri sendiri aja masih banyak yang susah.”

Saya mengerti dan percaya kalau selain di Palestina ada saudara-saudara kita di Papua atau bagian Indonesia yang bahkan asing namanya di telinga kita yang masih membutuhkan bantuan. Jangankan Papua, di sekitar kita pun di kota besar masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita. Insya Allah saya sadar dan selama ini berusaha berperan serta sesuai kemampuan saya. Lembaga-lembaga yang mengelola donasi untuk Indonesia bagian Timur juga ada, bukannya tidak ada sama sekali. Namun apa bentuknya dan bagaimana caranya menyentuh masyarakat mungkin berbeda. Bahkan melalui link yang sama, mer-c.org, saya mendapati akun donasi untuk rumah sakit di Papua dan Halmahera. Ada pula program klinik sosial di Yogyakarta. Jadi kalau mau berdonasi melalui mereka silakan :)

Intinya jika kita punya link kegiatan / lembaga / cara berdonasi kemana saja, silakan share. Silakan spread the awareness. Jangan sampai merasa tidak ditolong hanya karena ada pihak lain yang sedang butuh pertolongan juga dan perhatian banyak tercurahkan ke sana. Jangan menunggu kalau memang punya solusi dalam berdonasi. Spread the links, spread the awareness. Mari kita beri dukungan untuk saudara-saudara kita semua yang kita yakini membutuhkan, di Palestina ataupun Papua.

Yuk berbagi, yuk doakan mereka :)

Kalau kita terus berpikir negatif, kapan mau memulai kebaikan? Saya selalu yakin bahwa segala masalah berskala besar harus dimulai dari hal yang kecil, dari diri sendiri, dan dari sekarang.

Image

“There’s No War…

…that will end all wars.”*

Whoever is elected today, we all should hope brighter days to come, but let us not stop fighting for whatever we think is worth fighting for.

And for me, my little family, and my future children, let us not stop fighting for whatever we believe is right. Let us not stop having faith in Allah SWT.

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

*) Quote by Haruki Murakami

Article

Bunny Bridezilla Series: Wedding Vendor Review

IMG_9867

Alhamdulillah, akhirnya saya lulus juga dari Akademi Bridezilla :) Acara telah terselenggara dengan lancar tanpa kendala yang berarti (kecuali bahwa seperempat acara terakhir saya habiskan bertelanjang kaki karena nggak kuat pakai heels + sunting yang mulai menusuk kepala, hehehe). Alhamdulillah makanan dan souvenir cukup porsi dan jumlahnya, nggak kurang namun nggak juga berlebihan sampai mubazir. Alhamdulillah (walaupun sempat hujan lebat) kami bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga besar kedua belah pihak serta teman dan para sahabat :)

Selain bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada keluarga dan sahabat, kami tentu saja berterima kasih kepada para wedding vendor yang telah mendukung kesuksesan acara pernikahan kami kemarin. Andie Oyong Project, Hotel Bidakara, Cindua Mato, Fey Firmansyah, Maheza Studio, Cucu Ripet & The Band, serta Mirages Printing. I really think that wedding business is not only about money but also about making one of the most important days to be remembered for a lifetime.

Nah, sekalian saya juga mau mereview, merekomendasikan dan menceritakan pengalaman saya berkaitan dengan vendor-vendor tersebut :D Mohon maaf tapi ya fotonya seadanya dulu… Soalnya saya lupa bawa file-filenya ke Balikpapan. Takut keburu basi :p
Read more