All posts tagged: motherhood

Resign Nggak Ya?

Salah satu hal yang sering ditanyakan atau dicurhatin ke saya adalah soal keputusan resign. Pertanyaan apakah sebaiknya berhenti bekerja kantoran yang datang ke saya kebanyakan berasal dari: Ibu-ibu yang punya anak di rumah namun merasa bersalah karena meninggalkan anaknya di rumah bersama orang lain Pekerja kantoran yang merasa hidupnya seperti robot dan ingin melakukan apa yang menjadi passion masing-masing (biasanya pekerja seni atau para entrepreneur yang ingin fokus membesarkan bisnisnya) Gabungan 1 & 2, ibu-ibu yang merasa bersalah meninggalkan anaknya di rumah jadi ingin berhenti bekerja kantoran dan melakukan passionnya (seni atau entrepreneurship) dari rumah sambil menjaga anak Boleh jadi saya orang yang sesuai untuk dicurhatin, karena saya adalah mantan pekerja kantoran di sebuah perusahaan multi nasional yang kemudian berhenti untuk fokus di rumah lalu melakukan apa yang menjadi passion saya: menggambar dan menulis. Saya juga beberapa kali menulis soal resign dan menjadi working at home mom di blog ini. Baca Juga: Apakah Menjadi Ibu di Rumah Artinya Mundur Dalam Aktualisasi Diri? Namun setiap kali ada yang minta dukungan ke saya soal resign apalagi kalau …

#ModyarHood: Nge-Date Setelah Punya Anak

Hola! Kembali lagi berjumpa dengan saya di sesi #Modyarhood. Copy paste lagi yaaa kali-kali ada yang belum ngeh, #ModyarHood adalah program kecil-kecilan saya bersama Mamamolilo (a.k.a Okke Sepatumerah sebelum jadi ibu hahaha) dengan semangat ‘Walau kadang bikin mau modyar tapi tetap yahud’. Jadi #ModyarHood ini menginisiasi sebuah topik setiap bulannya (Insyaallah, doain. #terDilan) seputar motherhood yang kemudian akan dijadikan blogpost oleh kami berdua. Diharapkan para buibuk lainnya bisa ikutan menulis blogpost dengan topik tersebut. Tujuannya untuk menampilkan lebih banyak sudut pandang tentang motherhood itu sendiri sehingga kita bisa lebih arif dalam menyikapi perbedaan. Dua topik pertama kami adalah seputar buku parenting, dan GTM alias Gerakan Tutup Mulut. Nah, kali ini ceritanya mau menyesuaikan tema di bulan Februari yang identik dengan hari kasih sayang. Walaupun saya termasuk orang yang percaya bahwa Valentine’s Day adalah hari gimmick perusahaan cokelat sedunia, namun menarik juga kayanya untuk membahas soal waktu berduaan bersama pasangan. Ejie jieee :p Untuk topik kali ini kami sudah menyiapkan hadiah kheseus untuk buibu yang mau ikutan berpartisipasi! Caranya nanti baca di akhir postingan yaaa :3