All posts tagged: opinion

Resign Nggak Ya?

Salah satu hal yang sering ditanyakan atau dicurhatin ke saya adalah soal keputusan resign. Pertanyaan apakah sebaiknya berhenti bekerja kantoran yang datang ke saya kebanyakan berasal dari: Ibu-ibu yang punya anak di rumah namun merasa bersalah karena meninggalkan anaknya di rumah bersama orang lain Pekerja kantoran yang merasa hidupnya seperti robot dan ingin melakukan apa yang menjadi passion masing-masing (biasanya pekerja seni atau para entrepreneur yang ingin fokus membesarkan bisnisnya) Gabungan 1 & 2, ibu-ibu yang merasa bersalah meninggalkan anaknya di rumah jadi ingin berhenti bekerja kantoran dan melakukan passionnya (seni atau entrepreneurship) dari rumah sambil menjaga anak Boleh jadi saya orang yang sesuai untuk dicurhatin, karena saya adalah mantan pekerja kantoran di sebuah perusahaan multi nasional yang kemudian berhenti untuk fokus di rumah lalu melakukan apa yang menjadi passion saya: menggambar dan menulis. Saya juga beberapa kali menulis soal resign dan menjadi working at home mom di blog ini. Baca Juga: Apakah Menjadi Ibu di Rumah Artinya Mundur Dalam Aktualisasi Diri? Namun setiap kali ada yang minta dukungan ke saya soal resign apalagi kalau …

Hidup Berkecukupan

Pagi ini, ditemani segelas kopi dan playlist buatan sendiri, saya tergerak untuk menulis soal ini: hidup berkecukupan. Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Widya Arif di blognya: ‘Gaya Hidup Vs Hidup Gaya’ yang bercerita soal dia yang merasa cukup-cukup saja walaupun menjadi freelancer yang tidak selalu fee lancar. Kalau Widya punya sudut pandang wanita single, saya akan tulis dari sudut pandang ibu-ibu dengan anak satu, hehe. Sebelum saya resign dari pekerjaan kantoran terakhir saya, salah satu yang saya pertimbangkan adalah: rumah tangga kami akan kehilangan separuh pemasukan. (yup literally separuh, karena saya dan suami¬† saat itu bekerja di bidang yang sama dengan pemasukan yang kurang lebih sama, saat itu loh ya, hehe) Kalau boleh jujur, penghasilan tetap dan benefit-benefit karyawan yang saya tinggalkan jumlahnya relatif besar (untuk ukuran orang Indonesia) dan saya berkali-kali bertanya pada diri saya, “Siap nih nggak gajian lagi? Siap kehilangan 50% penghasilan rumah tangga padahal sebentar lagi punya anak?” Siap nggak siap, I took the leap of faith. Hari ini anak kami genap berusia setahun. Alhamdulillah, saya rasa kami hidup cukup, lebih …