All posts tagged: review

Ketika Antariksa Sakit Mata

Sebetulnya masih ada beberapa cerita dari perjalanan ke Singapura kemarin, namun kali ini saya mau sharing dulu soal sakit matanya Antariksa dan pengalaman ke dokter mata anak di Jakarta Eye Center (JEC) Menteng. Mudah-mudahan bermanfaat ya. Antariksa’s Pinky Eyes Berawal dari akhir bulan lalu waktu kami jalan-jalan ke Bogor, mata Antariksa terlihat agak merah. Hal ini nggak pernah terjadi sebelumnnya. Berhubung Antariksa nggak resah, nggak rewel, dan nggak jadi lebih sering mengucek-ucek mata, saya nggak khawatir. Selain itu nggak ada kotoran mata (a.k.a belek) yang keluar dari mata ataupun air mata yang berlebihan. Patokan saya: kalau anak sakit atau nggak nyaman pasti dia rewel kan? (#mamaksotoy) Ternyata sampai 2 hari selanjutnya matanya tambah merah dan terlihat seperti ada selaput bening di tepi bola matanya. Saya pun membawa Antariksa ke dokter spesialis anak di RS Hermina Bekasi. Setelah dicek, dokter anak memberikan obat tetes mata Cendo Polygran lalu berpesan kalau sampai 2 hari setelahnya kondisi mata Antariksa masih sama sebaiknya dibawa ke dokter spesialis mata. Setelah 2 hari ternyata matanya Antariksa masih merah. Namun dia tetap nggak …

Advertisements

The Rosie Project & The Rosie Effect

Salah satu hal yang jarang saya tulis di blog namun menarik dan boleh jadi bermanfaat adalah tentang buku yang saya baca. Sebetulnya alasan utamanya adalah karena saya nggak selalu baca buku yang baru terbit, malahan cenderung random karena saya doyan cari buku bekas dan diskonan. Kalau Bahasa Sunda-nya mah jadi kagok. Kagok kalau mau nge-review dan kasih rekomendasi, toh belum tentu juga bukunya bisa dibeli di toko buku terdekat. Namun setelah saya pikir lagi, nggak ada salahnya dicoba menulis tentang buku-buku yang berkesan untuk saya. Saya akan coba salinkan lebih banyak fakta atau quotes yang inspiring dari buku yang bersangkutan, bukan sekadar rating atau penilaian pribadi. Kali ini saya akan membahas soal buku The Rosie Project (2013) & The Rosie Effect (2014). Kedua novel ini memiliki cerita yang bersambung dengan tokoh dan latar yang sama. Saya cenderung mengkategorikan keduanya sebagai novel chicklit walaupun ditulis oleh seorang pria yang kayaknya nggak ‘chicklit writer material’ banget hehehe. Nggak ‘chicklit writer material’? Yup sedikit informasi penulisnya adalah Graeme Simsion yang merupakan mantan konsultan IT berusia 50-an dengan gelar PhD …

Cerita Lebaran

Whoa! Akhirnya saya kembali ke meja kerja untuk posting blog lagi :) Pertama, dalam rangka Idul Fitri 1438H, saya ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan saya baik di jagat maya maupun kehidupan sehari-hari. Bagi semua yang menjalankan ibadah dan puasa Ramadan, semoga kebaikan dan amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Alhamdullillah Lebaran kemarin bisa keluarga kami gunakan untuk pulang ke Bandung, kumpul, silaturahmi dengan keluarga, dan sedikit liburan. Ini adalah Lebaran pertama kami bersama Antariksa juga Lebaran pertama tanpa Mama. Rasanya mengharukan banget :’) Lebaran hari pertama kami ke Cimahi untuk kumpul di rumah kakaknya Ayah saya yang paling tua. Saya terpaksa skip Shalat Ied karena sakit kepala akibat nggak bisa tidur malam sebelumnya. Namun setelah istirahat sebentar saya kembali fit seperti biasa dan gesit menghabiskan ketan dan sarikayo durian, haha. Antariksa pun cukup anteng dikelilingi sanak saudara dan handai taulan. Selain itu yang di luar dugaan, ternyata dia cukup betah pakai gamis mini. Sebentar-sebentar saya godain, “Assalamualaikum Pak Haji…”