All posts tagged: thought

Apakah Betul Sekarang Informasi Gratis?

Waktu membaca berita soal nasib para pegawai Femina Group yang gajinya dicicil bahkan belakangan tidak dibayar penuh lagi, saya sedih banget. Saya adalah pelanggan setia majalah GADIS sejak SMP dan dulu saya sempat punya cita-cita jadi wartawan majalah, desainer majalah, atau ilustratornya. Pokoknya kerja di majalah karena tampak keren banget. Waktu kuliah, tahun 2008-2009 saya akhirnya mencicipi pengalaman tersebut. Saya beberapa kali jadi kontributor lepas GADIS yang tugasnya menulis hal-hal remeh temeh semacam ‘mitos masuk angin’ atau meliput konser band grade sekian di Bandung. Namun saya senang banget karena saya belajar cukup banyak. Pastinya ada editor profesional yang mengarahkan dan memeriksa tulisan saya. Saya pun berusaha sangat teliti saat memilih kata-kata atau meletakkan tanda baca. Selain itu honornya alhamdulillah lancar banget dan menurut saya cukup besar saat itu. Pokoknya beberapa kali saya bisa traktir orang tua dan beli kamera LOMO dari hasil nulis. Sekarang saya sudah nggak langganan koran dan majalah sama sekali. Seperti kebanyakan orang, saya mengakses informasi dari internet. Boleh dibilang semuanya gratis, serba cepat tanpa harus tunggu terbit 2 minggu sekali, dan …

Hidup Berkecukupan

Pagi ini, ditemani segelas kopi dan playlist buatan sendiri, saya tergerak untuk menulis soal ini: hidup berkecukupan. Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Widya Arif di blognya: ‘Gaya Hidup Vs Hidup Gaya’ yang bercerita soal dia yang merasa cukup-cukup saja walaupun menjadi freelancer yang tidak selalu fee lancar. Kalau Widya punya sudut pandang wanita single, saya akan tulis dari sudut pandang ibu-ibu dengan anak satu, hehe. Sebelum saya resign dari pekerjaan kantoran terakhir saya, salah satu yang saya pertimbangkan adalah: rumah tangga kami akan kehilangan separuh pemasukan. (yup literally separuh, karena saya dan suamiĀ  saat itu bekerja di bidang yang sama dengan pemasukan yang kurang lebih sama, saat itu loh ya, hehe) Kalau boleh jujur, penghasilan tetap dan benefit-benefit karyawan yang saya tinggalkan jumlahnya relatif besar (untuk ukuran orang Indonesia) dan saya berkali-kali bertanya pada diri saya, “Siap nih nggak gajian lagi? Siap kehilangan 50% penghasilan rumah tangga padahal sebentar lagi punya anak?” Siap nggak siap, I took the leap of faith. Hari ini anak kami genap berusia setahun. Alhamdulillah, saya rasa kami hidup cukup, lebih …