All posts tagged: WAHM

Working Attitude as Freelancer

Kalau ditanya apa bedanya kerja kantoran dan kerja dari rumah sebagai pekerja lepasan alias freelancer, mungkin jawabannya bisa jadi satu buku sendiri. Namun kalau ditanya persamaannya, saya akan dengan mantap menyebutkan: Working attitude is the key. Soal working attitude ini saya sudah singgung sedikit di post ‘Yang Nggak Semua Orang Tau Tentang Menjadi Ilustrator‘. Sekali lagi saya katakan kalau ini terdengar klise, namun saking klisenya sepertinya  sampai banyak yang lupa :’) Mungkin masih ada yang berpikir kalau kerja sendirian alias being your own boss lebih gampang karena nggak diatur-atur, nggak disuruh-suruh, dst. PRET. GAMPANG DARI HONGKONG~ HAHAHA. Berkaca pada pengalaman kerja kantoran lima tahun dan kerja sendirian di bidang yang berseberangan selama hampir empat tahun, saya harus bilang kalau menjaga working attitude dan semangat kerja sebagai freelancer alias pekerja lepas justru lebih susah. Kenapa? Kalau di kantor ada yang ngingetin, nyemangatin, sampai menegur misalnya bos atau rekan satu tim karena berpengaruh ke kinerja organisasi. Sementara untuk pekerja lepas ya harus banyak introspesksi dan evaluasi diri sendiri. Perlu diingat kalau menjadi freelancer memang nggak punya bos, namun …

Book Talk & Workshop di Yogyakarta!

Ffiuh, akhirnya dapat waktu untuk nulis blog lagi :’) Sungguh belakangan ini saya cukup keteteran untuk nulis sesuatu yang komprehensif. #hazek. Saya sebetulnya sudah ‘gatel’ ingin cerita panjang lebar soal acara Book Talk ‘Happiness is Homemade’ dan Workshop ‘Journaling & Doodling’ di Yogyakarta. Acara yang diadakan tanggal 21 dan 22 April 2018 lalu adalah hasil kolaborasi dengan Folksy, majalah kreatif independen di Yogyakarta. Acara ini juga merupakan bagian dari rangkaian #FolksyWomenWeek untuk memperingati Hari Kartini. Pengalaman ini berkesan banget untuk saya karena untuk pertama kalinya saya betul-betul pergi untuk sebuah acara. Dukungan Banyak Pihak Dulu kalau mau bikin acara dan disuruh ‘cari sponsor’, yang terlintas di kepala saya ya pasti perusahaan besar dan ujung-ujungnya perusahaan minyak, hahaha. Ternyata, sekarang saya banyak bekerja sama dengan komunitas dan usaha lokal, saya jauh lebih memahami betapa kolaborasi dan sponsorship adalah sebuah bentuk kerjasama yang didasari oleh optimisme, oleh rasa saling menghormati dan percaya. Percaya kalau sebuah kegiatan akan membawa kebaikan bagi kedua belah pihak. Waktu saya pertama kali menerima email dari Mbak Yasmine, rasanya saya ingin langsung bilang iya karena …