All posts tagged: WAHM

Apakah Menjadi Ibu di Rumah Artinya Mundur Dalam Aktualisasi Diri?

Hari Sabtu lalu saya ketemuan dengan rekan seperjuangan waktu kerja sebagai wellsite geologist dulu. Berhubung jumlah wellsite geologist perempuan nggak banyak, mau nggak mau kami jadi dekat satu sama lain (eh, saya sih berasa dekat banget ya, mudah-mudahan kalian merasakan hal yang sama HAHA *sedih dong kalau nggak diakui*). Sudah 4 tahun berlalu sejak terakhir saya naik rig dan kalau dingat-ingat jadi kangen, hehe. Mungkin nggak semua orang suka kerja di rig tapi saya termasuk yang bisa menikmati. Saya introvert, suka kerja di malam hari, dan saya punya hobi yang bisa dilakukan di rig kalau bosan: baca buku, menulis, dan gambar-gambar. Saya juga menikmati banget hidup minimalis, nggak usah repot dandan sebelum kerja, baju juga cukup 2 stel, kantor jaraknya cuma beberapa langkah dari kamar dengan stok kopi dan cemilan unlimited, plus makanan selalu tersedia 4x sehari. Gaji awet, cuti pun banyak, hehehe. Tentu yang diingat-ingat  di atas adalah yang indah-indahnya. Lain waktu lagi ya cerita soal tekanan dan resiko kerja yang super tinggi :p Ya namanya juga lagi kangen, pasti yang diinget yang indah-indahnya dong. *kasih mic buat …

Let Us Not Feel Guilty for Not Being Super Mom

Sudah empat bulan lebih seminggu saya menjalani peran baru saya sebagai ibu. Layaknya ibu-ibu kantoran, saya juga sudah kembali dari ‘cuti melahirkan’. Saya mulai menerima commission dan bersiap buka lapak Fat Bunny lagi. Saya juga mulai memikirkan mau diapakan ide-ide yang selama ini terlintas di kepala setelah lama ada di buku catatan. Intinya: saya merasa siap untuk menjadi Working At Home Mom (WAHM) alias ibu yang bekerja di rumah, seperti apa yang saya cita-citakan. So, how’s the road to be WAHM going? Sebetulnya, alhamdulillah, sejauh ini semua berjalan dengan baik. Antariksa mendapat konsumsi ASI eksklusif dan berat serta tinggi badannya baik sekali untuk bayi seusianya (9.7 kg / 67 cm). Saya sudah memangkas 15 dari 20 kilogram hasil kehamilan kemarin. Dengan adanya seorang Asisten Rumah Tangga (ART), rumah kami bersih, rapi, dan makanan rumahan selalu tersedia. Di awal bulan semua administrasi rumah tangga saya bereskan, dan di akhir bulan suami mendapat spreadsheet laporan keuangan yang akuntabel. Manajemen keuangan berjalan baik dan alhamdulillah selalu ada yang disisihkan untuk tabungan. Sedikit demi sedikit saya pun mulai bereksperimen soal manajemen waktu. Saya bisa bekerja di ruang …

Hello 2017

Our 2017 was started with fireworks in Lembang, Bandung. Hundreds of them, I guess, because I lost count. I stayed under the blanket covering Antariksa’s little ears hoping he could sleep well. Fireworks party has never been my thing; too bright and too loud. In the morning everything was back as usual. We had breakfast, took some photos, visited some relatives in Bandung, and went home after a terribly late lunch. On our way home, I got cold, dizzy and nauseous while Antariksa probably felt it too because he cried and only wanted to be held by me. I threw up. As soon as we got home, I had warm tea and porridge then went straight to bed with Antariksa in my hand. Well, it wasn’t my best day and in a way, I felt that I lost the good moment to start 2017; to start doing things. However, sleeping next to Antariksa and my husband after an exhausting day reminded me that a day or a year doesn’t always have to get a perfect beginning and a happy …