All posts tagged: wisdom

Belajar Tentang Mendengarkan Suara Hati di Patas Tadi Pagi

Sejak punya anak dan mudahnya menemukan ojek / taksi online, saya mulai jarang naik transportasi umum seperti angkot dan bus. Saya ini sebetulnya ‘penggemar berat’ angkot dan bus kota dengan segala lebih dan kurangnya. Biasanya dari rumah saya akan naik ojek ke gerbang kompleks, naik angkot sekali ke halte terdekat yang dilewati bus berbagai jurusan (dari Senen sampai Kalideres) lalu naik bus. Mungkin ada yang mikir, “Yah, ribet banget… Kenapa nggak naik taksi online aja? Apalagi kalau ada promo.” Tanpa bermaksud sombong, saya harus bilang kalau saya nggak keberatan secara finansial untuk naik taksi baik konvensional maupun online. Apalagi sekarang saya terhitung jarang pergi-pergi. Namun kalau pergi sendirian (nggak bersama anak atau orang tua), saya berusaha untuk bepergian dengan angkot atau bus seperti biasa. Alasan kedua adalah: saya mencoba untuk nggak mengeluhkan kemacetan sementara saya merupakan bagian dari kemacetan itu sendiri. Alasan pertamanya: sedikit banyak saya selalu belajar tentang kehidupan di transportasi umum. Tadi pagi saya janjian dengan teman untuk sarapan di Pacific Place. Berhubung saya sendirian dan SCBD gampang banget dijangkau dengan bus patas jurusan Blok M, jadilah saya naik patas …

Advertisements

Bekerja dengan Ikhlas

Banyak sekali pelajaran yang saya dapat dari Ayah saya dalam bekerja. Salah satu yang paling penting dan saya ingat baik-baik adalah bahwa bekerja itu bukan sekedar untuk perusahaan (apalagi untuk bos). Bekerja adalah bentuk aktualisasi diri, creating value (kalau istilah favorit Ayah), atau untuk orang-orang yang lebih agamis; kerja itu ibadah. Hal tersebut saya jadikan landasan dan membuat kata ‘ikhlas’ dalam bekerja menjadi lebih make sense, serta mengingatkan bahwa ‘We’re living and working, instead of living for working’. Objektif hidup jangan disempitkan sebatas objektif perusahaan apalagi objektif pekerjaan. Tentunya ini juga menghadirkan rasa malu ketika saya tidak bekerja sebaik-baiknya. Karena semua kebaikan, sekecil apapun, akan kembali kepada kita. Saya yakin itu. Bismillah. Jumah barakah :)